Berita OKU Timur

Jembatan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Semendaweai Suku III OKU Timur Ini Membahayakan

Jembatan yang menghubungkan antara Desa Taramanjaya dengan Desa Sukamulya Kecamatan Semendawai Suku III tidak memiliki pagar pembatas.

Jembatan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Semendaweai Suku III OKU Timur Ini Membahayakan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Jembatan penghubung antar desa yang tak berpagar dengan pondasi jembatan yang sudah terkikis di Semendawai Suku III OKU Timur. 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Jembatan yang menghubungkan antara Desa Taramanjaya dengan Desa Sukamulya Kecamatan Semendawai Suku III tidak memiliki pagar pembatas sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Selain itu kondisi pondasi jembatan tersebut juga sudah mulai terkikis.

Masyarakat setempat yang menjadikan jembatan sebagai urat nadi perekonomian berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum jembatan tersebut mengalami kerusakan semakin parah.

"Dari awal jembatan tersebut memang tidak memiliki pagar. Pengendara harus waspada saat melintas, terlebih saat malam hari, karena tidak ada lampu penerangan. Pernah ada warga yang masuk ke sungai," ungkap Anton (35) warga setempat ketika diwawancarai.

Selain membahayakan pengendara karena tidak memiliki pagar kata dia, jembatan tersebut juga saat ini sangat berbahaya karena kondisi pondasinya yang sudah mulai terkikis karena gerusan air yang semakin hari semakin melebar.

Fakta-Fakta Pabrik Mancis Terbakar yang Diperkirakan Menewaskan 30 Pekerja di Binjai Sumatera Utara

Lomba Panjat Pinang dan Jalan Santai Meriahkan HUT Polri ke-73 di GOR Jakabaring Palembang

Asyik Menikmati Indahnya Danau di Areal GOR Jakabaring, Sepasang Anak Muda Ini Kena Todong

"Warga khawatir jembatan tersebut roboh karena terkikis air. Perbaikan harus segera dilakukan sehingga pengendara bisa lebih nyaman ketika melintas," jelasnya.

Dikatakan Anton, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi warga karena merupakan satu-satunya penghubung antar desa dan menjadi alat penyeberangan satu-satunya untuk mengangkut hasil pertanian.

"Kalau jembatan tersebut sampai roboh tentu warga dari Desa Sukamulya harus memutar jauh untuk keluar desa, begitu juga sebaliknya," katanya.

Sementara Yono perangkat desa mengaku pernah mengusulkan perbaikan jembatan penghubung dua desa tersebut, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya," Katanya.

"Kita berharap jembatan segera mendapatkan perhatian dari pemerintah," harapnya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved