Berita Palembang

UPDATE TERBARU Lima Komisoner KPU Palembang Jadi Tersangka, Berikut Komentar Kapolda Sumsel

Komisioner KPU Kota Palembang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga menghilangkan hak suara masyarakat, karena tidak menjalan Pemilihan

UPDATE TERBARU Lima Komisoner KPU Palembang Jadi Tersangka, Berikut Komentar Kapolda Sumsel
SRIPOKU.COM/RESHA
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisioner KPU Kota Palembang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga menghilangkan hak suara masyarakat, karena tidak menjalan Pemilihan Suara Ulang (PSL) dibeberapa tempat.

Namun, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara justru 'kebanjiran' komentar masyarakat. Ada yang bersifat pro maupun kontra kepada masyarakat, terkait penetapan status tersangka kepada 5 komisioner KPU Kota Palembang itu.

"Memang banyak yang bertanya. Saya katakan mengapa dijadikan tersangka, Polisi adalah bagian dari aparat penegak hukum, dari pada criminal justice, ketika UU pemilu menyatakan, setelah Gakkumdu menyatakan bahwa itu pidana pemilu, diserahkan Polisi. Kemudian dilakukan penyidikan dan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum, jika Jaksa menyatakan P21," bebernya saat diwawancarai, Senin (17/6/2019).

Kisah Susno Duadji, Pensiunan Polisi Jenderal Bintang Tiga yang Pilih Menjadi Petani di Pagaralam

Sidang Kasus Prostitusi Online, Vanessa Angel Dituntut Jaksa dengan Hukuman 6 Bulan Kurungan Penjara

Danlanud SMH Kolonel Pnb Heri Sutrisno Hadiri HUT Kota Palembang ke 1336 Tahun di BKB Palembang

Ia mengatakan, ada juga yang menyayangkan mengapa Komisioner KPU Kota Palembang itu ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, ada juga yang mengapresiasi hal tersebut sebagai bentuk ketegasan Kepolisian.

"Terlepas dari itu, saya katakan pak Polisi ini hanyalah penyidik dan kita tentu lihat ke depan bagaimana. Jadi pak polisi bukan sama sekali muncul, seolah-olah kami mendzalimi, saya rasa ini sebuah proses," tegasnya.

Menurut laporan yang ia terima dari penyidik secara substansif, KPU Kota Palembang dianggap menghilangkan hak suara yang memiliki hak pilih. Karena, meski direkomendasikan untuk melakukan PSL tapi tidak dilaksanakan sepenuhnya.

"Tapi dari persepsinya KPU sendiri sudah dilaksanakan. Mana yang benar dan mana yang salah kan polisi hanya menyidik, nanti pengadilan yang menentukan," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Pasutri di Bayung Lencir Muba Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Jembatan Pematang Panggang Jebol, Ini Kata Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional

Makan Shaburista di Arista Hotel Tinggal Celup dan Masak

Namun ia mengungkapkan secara pribadi, mengapresiasi dengan langkah-langkah tersebut. Dikatakannya demikian, karena mereka menempuh proses hukum dan bukan melalui jalur kekerasan.

"Ini menurut saya suatu yang bagus, karena komplain melalui jalur hukum, kami apresiasi," jelasnya.

Sebelumnya, lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang yang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus itu terkuak, setelah Polresta Palembang menerima laporan dari Bawaslu Palembang karena adanya dugaan penghilangan hak suara masyarakat pada penyelenggaraan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) ketika Pemilu kemarin.

Hasil penyelidikan tersebut, menetapkan EF (ketua KPU Palembang),Al (Komisioner KPU Kota Palembang), YT (Komisioner KPU Kota Palembang), AB (Komisioner KPU Kota Palembang) dan SA (Komisioner KPU Kota Palembang), sebagai tersangka karena diduga bersalah.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved