Penemuan Mayat Dimutilasi di Ogan Ilir

Update Kasus Penembakan Bripka Afrizal Anggota Polsek Mesuji dan Mayat Dimutilasi Ogan Ilir

Para pelaku perampok yang menembak mati Kanit Reserse Bripka Afrizal dinilai kejam. Mereka harus ditangkap hidu atau mati.

Update Kasus Penembakan Bripka Afrizal Anggota Polsek Mesuji dan Mayat Dimutilasi Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/RESHA
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kasus mayat mutilasi di Ogan Ilir dan penembakan Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur Bripka Afrizal di Mesuji Makmur, OKI beberapa waktu lalu menjadi perhatian Polda Sumsel.

Meski telah diturunkan tim gabungan, keduanya belum terungkap sampai saat ini.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, Kapolda Sumsel telah memerintahkan bawahannya untuk dapat segera mengungkap kasus tersebut.

Apalagi, kasus yang menjadi perhatian adalah perampokan di OKI yang menewaskan Bripka Afrizal.

"Kapolda sudah memerintahkan tim untuk dapat mengungkap kasus yang menonjol, terutama kasus perampokan di OKI," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/6/2019).

Selain mengungkap kasus tersebut, para pelaku yang dinilai sadis itu harus dapat ditangkap, hidup atau mati. Terutama para pelaku sebanyak enam orang yang melakukan perampokan di Mesuji Makmur OKI, hingga menewaskan Bripka Afrizal yang mencegat mereka.

Bus Antarkota Tabrakan dengan Truk Fuso di KM 28 Jalan Lintas Palembang-Jambi, Dua Orang Terluka

Kasus Penembakan Anggota Polres OKU Timur Terhadap Anggota TNI Sudah Damai Secara Kekeluargaan

Ombudsman Pelajari Berkas Kenaikan Tarif PBB di Kota Palembang, Ada yang Naiknya 1000 Persen

"Tim gabungan khusus untuk mengungkap dua kasus ini sudah dibentuk. Tim ini diberikan waktu selama 14 hari, mulai Senin tanggal 11 Juni untuk dapat mengungkapnya," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sama sekali takkan membiarkan para pelaku tersebut kabur ke mana pun. Apalagi, kawanan perampok itu telah menewaskan anggotanya.

"Korban Kodri juga ditembak di bagian perut, karena sempat melawan dengan menusuk salah seorang pelaku menggunakan pisau. Makanya, pelaku menembak korban," ungkapnya.

Makanya ia mengatakan, dirinya berhutang nyawa dengan keluarga korban. Terlebih lagi, mereka juga telah menembak korban Kodri yang sempat melawan kawanan perampok tersebut.

"Maka dari itu kemanapun para pelaku kabur, akan saya tangkap hidup atau mati. Karena mereka ini kejam, bukan hanya anggota saya yang ditembak, tetapi korban Kodri juga ditembak," tegasnya.

Untuk kasus Ogan Ilir, ia menilai ada dendam di balik motif kasus tersebut. Sebab pelaku tega memotong kepala dan kedua tangan korban. (mg5)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved