Berita Pagaralam

Belasan Tahun Kakek di Pagaralam Ini Tinggal Bersama Barang Bekas yang Dicarinya

Miris dan sedih itulah mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi pak Cipto (70) warga Kelurahan Nendagung Kota Pagaralam.

Belasan Tahun Kakek di Pagaralam Ini Tinggal Bersama Barang Bekas yang Dicarinya
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak Kondisi Kakek Cipto yang hanya terbaring di gubug yang dipenuhi Sampah, Senin (27/5/2019). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Miris dan sedih itulah mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi pak Cipto (70) warga Kampung Air Perikan Kelurahan Nendagung Kota Pagaralam.

Pasalnya usia senjanya bukanya menikmati massa tua dengan anak dan cucu, namun dirinya malah harus menerima kenyataan dengan menempati rumah tidak layak huni (Rutilahu) bersama barang bekas yang dicarinya.

Pantauan sripoku.com, Senin (27/5/2019), hunian lelaki yang keseharianya hanya bisa terbaring dan jarang beraktipitas tersebut hanya tinggal disebuah rumah sederhana yang dindingnya terbuat dari papan kayu dan beratapkan genting dan seng ini ditempatinya tanpa listrik.

Bahkan untuk mendapatkan makan dan air, ia harus mengandalkan belas kasihan warga.

Ironisnya keadaan semakin memprihatinkan karena lokasinya berdekatan dengan rumah Elite dan kondisi fisik Cipto yang sakit-sakitan.

Bahkan rumah yang ia tinggali bukan sepenuhnya miliknya, melainkan milik Meri.

Bapak di Musirawas Ini Setubuhi Dua Putri Kandungnya Berulang Kali, Dengan Modus Melakukan Ritual

Pipa IPAL Komunal di Jalan RE Martadinata Palembang Sudah Tertanam, Pengerjaan Semalaman

Antisipasi Kerusakan Jalan, Pemkab Muba akan Mensiagakan Alat Berat di Jalur Mudik Lebaran

Pemilik rumah Pak Cipto, Meri mengatakan, bahwa Cipto ini sudah lama ikut dengan keluarganya. Namun pihaknya tidak bisa membantu banyak.

Pihaknya sudah sejak lama mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat. Namun belum ada bantuan.

"Saya hanya seorang ibu rumah tangga dan suaminya hanyalah seorang buruh serabutan yang tidak menentu pendapatannya untuk membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Jadi kami tidak bisa membantu pak Cipto," ujarnya.

Meskipun tempat tinggalnya berada di tepi jalan raya, namun tak ada satupun yang tergerak hatinya untuk sekedar membantu meringankan bebannya.

Sementara Itu Lurah Nendagung, Mauludin mengatakan pihaknya belum mengetahui bahwasanya ada warganya tersebut yang menurut informasinya sangat memeperhatinkan dan membutuhkan uluran tangan baik dari warga maupun pemerintah daerah.

"Kami belum mengetahui bahwa ada warga yang kondisinya sangat memperhatinkan dan pihak kami akan segera mensurvei lokasi bapak Cipto dan akan kita carikan solusi terbaik," jelasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved