Berita Palembang
Lahan Kecil Bukan Persoalan untuk Menjalankan Agribisnis, Ini solusinya
Terhitung sejak mendapat pengetahuan tentang urban farming, perempuan berhijab ini mulai membeli perlengkapan untuk menjalankan hydroponik.
Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
Laporan wartawan sripoku.com, Refli Permana
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Masyarakat perkotaan, siapa bilang tidak bisa melakukan agribisnis.
Di Palembang saja, sudah terdapat beberapa warga yang berhasil bertani, berkebun, atau malah beternak ikan dengan halaman rumah yang tidak besar. Beberapa bahkan sudah bisa menyuplai ke mall.
Berlokasi di kawasan Jl Taqwa Mata Merah dengan halaman rumah khas perumahan, Dolly Evita sudah tiga tahun menjalankan hydroponik.
Terhitung sejak mendapat pengetahuan tentang urban farming, perempuan berhijab ini mulai membeli perlengkapan untuk menjalankan hydroponik.
"Sebelumnya menggunakan media tanah. Karena lewat hydpronik ini lebih menghasilkan, jadinya yang tanah saya tinggalkan," kata Dolly, Jumat (24/5/2019).
Awal menjalani hydroponik, terdapat 500 lubang di pipa. Karena kini sudah mulai merasakan hasilnya, Dolly bisa menambah lubang hingga 3000.
Tak heran, selain memanfaatkan dak rumah, ia juga memanfaatkan halaman rumah yang sebenarnya ingin dibuat dua tingkat.
"Yang di dak itu pertama karena di sana sinar mataharinya cukup. Barulah tambah yang di halaman," kata Dolly.
Kini, Dolly setidaknya bisa memasok 65 kilogram beragam jenis sayur ke pengepul. Dari tangan pengepul itulah, disalurkan ke mall. Jumlah tersebut didapat Dolly setiap pekan.
Karena itu, ia melibatkan anggota keluarga untuk menjalankan bisnis urban farming-nya ini.
Adapun sayur yang ia tanam secara hydroponik terdapat enam macam. Yakni, kaylan, caisim, pakcoy, selada, bayam merah, dan bayam hijau.
• Lanud SMH Palembang Peringati Nuzul Quran dan Buka Bersama Anak Yatim
• Bank Sumsel Babel Siagakan Dana Hampir Rp1,9 Triliun Sambut Persiapan Lebaran IdulFitri 1440 H
• Bank Sumsel Babel Siagakan Dana Hampir Rp1,9 Triliun Sambut Persiapan Lebaran IdulFitri 1440 H
"Kalau dulu sih bisa selalu terpenuhi. Namun, sekarang terkendala cuaca yang tidak menentu karena hydroponik ini kendalanya pada musim hujan," kata Dolly.
Urban farming juga dijalankan oleh Arie Wijaya. Pria yang menjabat sebagai Camat Kalidoni ini mengatakan urban farming itu semacam bisnis pertanian yang dilakukan di wilayah perkotaan yang halamannya tidak seluas area sawah atau kebun di pedesaan.
Adapun bisnis urban farming ini sudah beberapa kali ia sosialisasikan ke warganya sehingga sudah beberapa yang ikut menjalankan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/usaha-hydroponik.jpg)