Liga 1 2019

Sylvano Comvalius: Seharusnya Suporter Bertarung dengan Nyanyian dan Yel, Bukan Lempar Batu

Sylvano Comvalius: Seharusnya Suporter Bertarung dengan Nyanyian dan Yel, Bukan Lempar Batu

Sylvano Comvalius: Seharusnya Suporter Bertarung dengan Nyanyian dan Yel, Bukan Lempar Batu
Dya Ayu Wulansari/suryamalang.com
Sylvano Comvalius, striker baru Arema FC, saat dikenalkan ke awak media di kantor Arema FC, Tim Dokter Arema Temukan Riwayat Cedera Sylvano Comvalius 

Sylvano Comvalius: Seharusnya Suporter Bertarung dengan Nyanyian dan Yel, Bukan Lempar Batu

SRIPOKU.COM, MALANG-Striker Arema FC Sylvano Comvalius  menilai seharus suporter kedua tim baik Arema FC maupun PSS Sleman Bertarung dengan Nyanyian dan Yel, Bukan Lempar Batu.

Dia berharap ke depan, suporter Aremania, pendukung Arema FC ke depan harus lebih bijak lagi, lebih baik menunjukkan dukungan kepada tim dan fokus.

Maka itulah Sylvano Comvalius mengaku sangat sedih, sebab bukan hanya karena timnya kalah 3-1 dari PSS Sleman di laga pembuka Liga 1 2019, Rabu (15/5/2019) malam.

Sebab, Penyerang Arema FC itu juga sedih lantaran melihat tragedi di Stadion Maguwoharjo Sleman yang menimpa Aremania.

Saat skor kembali imbang 1-1 setelah Comvalius mencetak gol di menit 30, laga terpaksa dihentikan. Sebab, terjadi kericuhan di mana terdapat oknum suporter tuan rumah yang mengejek dan melakukan pelemparan ke arah tribun Aremania.

"Saya pikir wajar kedua suporter kedua tim datang ke stadion, mereka bisa bertarung dengan kata-kata, nyanyian, dan kreativitas, bukan dengan lempar batu dan lain-lain, ini tidak bisa diterima akal, karena jelas berpengaruh pada pertandingan, yang harus dihentikan," kata Comvalius seperti dilansir dari aremania.

Diakuinya, kericuhan antar suporter itu juga mempengaruhi konsentrasi penggawa Arema di lapangan.

Tak heran jika gawang Arema harus kebobolan dua kali, hingga papan skor berubah menjadi 3-1.

"Saya melihat oknum fans PSS ada yang melemparkan kembang api kepada fans Arema, itu seharusnya tak terjadi, saya sedih karena orang-orang bertarung untuk hidup, ini lebih penting dari sepakbola," ujarnya.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved