Pemilu 2019

Tak Puas Diputus Sekadar Pelanggaran Kode Etik, Caleg DPRD Sumsel Hanura Lapor Bawaslu Sumsel & DKPP

Tak Puas Diputus Sekadar Pelanggaran Kode Etik, Caleg DPRD Sumsel Hanura Iwan Hermawan Lapor Bawaslu Sumsel dan DKPP

Tak Puas Diputus Sekadar Pelanggaran Kode Etik, Caleg DPRD Sumsel Hanura Lapor Bawaslu Sumsel & DKPP
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Caleg DPRD Provinsi Sumsel dari Partai Hanura Iwan Hermawan ST 

Tak Puas Diputus Sekadar Pelanggaran Kode Etik, Caleg DPRD Sumsel Hanura Iwan Hermawan Lapor Bawaslu Sumsel dan DKPP

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak puas Bawaslu dan Gakumdu OKU Selatan mengeluarkan kajian menyimpulkan bahwasannya yang dilaporkan hanya sebagai pelanggaran kode etik, Caleg DPRD Sumsel Hanura Iwan Hermawan ST melapor ke Bawaslu Sumsel dan DKPP RI.

Caleg DPRD Provinsi Sumsel dari Partai Hanura Iwan Hermawan ST melaporkan hasil kajian Bawaslu OKU Selatan yang dikeluarkan 9 Mei 2019.

Dengan laporan awal 20 April 2019 tentang pelanggaran pidana pemilu, Wibi Susanto sebagai pelapor.

Iwan sendiri bakal kembali melenggang ke kursi DPRD Sumsel periode 2019-2024 menempati kursi keempat DPRD Sumsel Dapil V (OKU, OKU Selatan) hasil rapat pleno rekapitulasi KPU Sumsel DC1 mendapatkan suara partai 37.363 dan suara pribadi 25.902.

"Tanggal 20 Mei kami melaporkan ada dua pelanggaran pidana pemilu di Desa Penantian TPS 4 Kecamatan Muaradua Kisam OKU Selatan," ungkap Iwan Hermawan di ruang Fraksi Hanura DPRD Sumsel, Selasa (14/5/2019).

Kronologi Penembakan terhadap Aiptu Yashubi, Bhabinkamtibmas Polsek Plaju Palembang

BREAKING NEWS : 29 Incumbent Kembali Dapat Kursi, Berikut Daftar 75 Nama Caleg Terpilih DPRD Sumsel

Tingkah Lakunya Kurang Sopan saat Live di TV, 7 Artis Ini Sempat Dicekal KPI, No 6 Kini Lagi Ditahan

Dibongkar Raffi Ahmad, Luna Maya Ketahuan Bakal Habiskan Libur Lebaran Bareng Pengusaha Kaya Ini

Dijelaskan Iwan, adapun yang dilanggar pertama dengan sengaja menghilangkan suara pemilih.

Yang kedua, membuka/membongkar kotak suara tanpa izin pihak terkait (bawaslu, kepolisian, saksi).

"Ini jelas merupakan tindak pidana pemilu. Tetapi saya terkejut sekali tanggal 9 Mei 2019, Bawaslu dan Gakumdu mengeluarkan kajian menyimpulkan bahwasannya yang dilaporkan itu hanya sebagai pelanggaran kode etik," kata Iwan yang juga Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Sumsel.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved