Makan Petai & Jengkol Ternyata Bermanfaat, Ini Tips Cara Menghilangkan Aromanya Setelah Dikonsumsi
Tapi tahukah kalian jika mengkonsumsi Petai dan Jengkol ternyata memiliki manfaat bagi tubuh? dan ada tips menghilangkan bau busuk usai dikonsumsi
Penulis: Feny Maulia Agustin | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Bagi pecinta petai dan jengkol mungkin akan menganggap makanan ini adalah makanan yang memiliki kenikmatan luar biasa.
Kedua jenis makanan itu sendiri memiliki rasa yang khas, tapi setelah mengonsumsi petai dan jengkol bau mulut akan berubah menjadi tidak sedap.
Dan akan menimbulkan aroma yang busuk.
Tapi tahukah kalian jika mengkonsumsi Petai dan Jengkol ternyata memiliki manfaat bagi tubuh?
Selain itu kalian tak usah pusing dengan bau usai petai dan jengkol dikonsumsi.
Karena ada beberapa tips untuk menghilangkan bau busuk akibat makan Petai dan Jengkol.
Dihimpun sripoku.com dari berbagai sumber, berikut manfaat dari konsumsi petai dan jengkol serta cara menghilangkan aromanya usai di konsumsi.
1. Manfaat Konsumsi Petai dan Jengkol
- Jengkol
Pembentukan Jaringan Tubuh
Kandungan protein yang tinggi pada jengkol dapat membantu pembentukan jaringan dalam tubuh.
Kandungan protein pada jengkol ternyata jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan kacang keledai.
Mencegah Anemia
Jengkol juga kaya akan zat besi di mana zat besi ini sangat berperan untuk mencegah dan mengatasi kurangnya produksi sel-sel darah merah dalam tubuh.
Anda pastinya tahu bahwa bila tubuh kekurangan zat besi, produksi sel-sel darah merah akan berkurang.
Akibatnya suplai oksigen dan zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh seluruh sel dalam tubuh juga akan berkurang.
Efek dari kurangnya suplai oksigen dan zat-zat makanan pada sel akan menurunkan fungsi/ kinerja sel.
Tak heran jika seseorang mengalami kekurangan zat besi, ia akan terlihat lemas, mudah lelah, dan tidak bersemangat.
Nah, bagi anda para wanita, mengkonumsi jengkol saat sedang menstruasi sangat dianjurkan agar tubuh anda tidak kekurangan zat besi akibat banyaknya darah menstruasi yang keluar tubuh.
• 5 Menu Makanan Rendah Kalori Cocok untuk Cemilan Menjelang Sore, Gak Bikin Gendut dan Buat Sehat
• Tips Merawat Kulit agar tak Kering Saat Puasa karena Dehidrasi
• 10 Makanan ini Sebaiknya Tidak Dipanaskan Dua Kali, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan!
Mencegah Tulang Keropos / Memperkuat tulang dan gigi
Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain yang ada di dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor.
Dua zat ini adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh tulang.
Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang keropos (osteoporosis).
Jadi, sering mengkonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup dapat membuat tulang pada tubuh anda menjadi lebih kuat.
Basmi Radikal Bebas
Jengkol mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.
Vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan dapat meningkatkan ketajaman indera penglihatan.
Vitamin A dan vitamin C juga berperan sebagai zat antioksidan.
Manfaat antioksidan dikenal ampuh menangkal zat-zat radikal bebas penyebab penyakit kanker.
Mengatasi penyakit jantung koroner
Jengkol merupakan bahan makanan yang bersifat diuretic (pembuangan urine menjadi lancar).
Pembuangan urine yang lancar sangat baik untuk para penderita penyakit jantung.
Merampingkan perut
Jangan salah ya, jengkol juga dapat membantu merampingkan perut yang buncit.
Kandungan seratnya yang tinggi dapat melancarkan BAB sehingga secara tidak langsung membuat perut langsing.
Salah satu penyebab buncitnya perut pada seseorang adalah karena buang air besar yang tidak lancar dan tidak teratur.
Mencegah diabetes
Hebatnya lagi, jengkol dapat mencegah timbulnya penyakit diabetes.
Mengapa?
Di dalam buah jengkol terdapat zat yang tidak ditemukan pada bahan-bahan makanan lainnya.
Zat tersebut dinamakan zat asam jengkolat.
Asam jengkolat ini berupa kristal-kristal yang tidak larut oleh air.
Karena sifat diuretic inilah jengkol sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anda para penderita gangguan ginjal.
Dikhawatirkan ginjal tidak akan mampu menyaring asam jengkolat pada buah jengkol.
Akibat ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat adalah sulit berhentinya buang air kecil (anyang-anyangan).
Mengatasi masalah penyempitan pembuluh darah
Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir menuju jantung menjadi tidak lancar.
Kandungan mineral pada jengkol ternyata dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit serta mencegah pembuluh darah menyempit kembali.
Nah, agar khasiat jengkol menjadi optimal, sebaiknya anda tidak memasak jengkol terlalu matang (overcooked).
Mengatasi sembelit pada ibu hamil
Ibu hamil biasanya sering mengalami sembelit. Kandungan serat pada jengkol dapat mengatasi masalah sembelit.
Dengan kata lain, serat pada jengkol membantu melancarkan pencernaan dan buang air besar.
Namun tetap jangan terlalu banyak mengkonsumsi jengkol ya. Konsumsilah jengkol sesuai dengan jumlah yang dianjurkan.

Pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam kandungan
Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam kandungan.
Pertumbuhan tulang dan gigi dapat berjalan optimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi pada buah jengkol.
Jengkol dapat menstabilkan organ-organ penting dalam tubuh
Organ-organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil bila tubuh terpenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6.
Berbeda situasinya jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6.
Tak heran jika ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam folat demi perkembangan janinnya.
Salah satu contoh makanan yang kaya akan asam folat adalah jengkol.
Namun sekali perlu diingat bahwa konsumsilah jengkol secukupnya saja.
Jangan terlalu berlebihan karena konsumsi jengkol yang berlebihan akan kurang baik efeknya untuk organ ginjal.
• Baru Ulang Tahun & Jarang Diterpa Gosip, Intip Potret Artis Dewi Sandra Banjir Pujian Netizen
• Daftar Tanggal dan Hari-Hari Penting di Bulan April, Ingat dan Catat Waktunya Agar Tahu!
• Download Lagu Geisha Full Album, Mulai Lagu Sementara Sendiri, Rahasia Sampai Lagu Kering Air Mataku
Mencegah kecacatan pada bayi
Kandungan asam folat pada jengkol juga dapat mencegah kecacatan bawaan pada bayi.
Mengontrol kadar gula darah
Manfaat lainnya dari buah jengkol adalah dapat mengontrol kadar gula darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh anda para penderita diabetes.
Jengkol mengandung zat gula yang ‘bersahabat’ dengan para penderita diabetes.
Zat gula pada jengkol merupakan zat gula yang paling mudah diurai sehingga aman untuk penderita diabetes.
Berbeda dengan zat gula pada bahan makanan lainnya seperti makanan-makanan yang mengandung karbohidrat.
Zat gula yang mudah terurai pada jengkol ini kemudian akan diubah menjadi energi oleh tubuh.
Alhasil, stamina tubuh pun akan meningkat.
Proses penguraian zat gula yang sempurna tidak akan menimbulkan timbunan gula darah di dalam tubuh.
Zat Antioksidan bermanfaat menjaga kesehatan jantung
Seperti yang sudah disebutkan di atas, jengkol mengandung zat antioksidan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Demikian juga dengan kesehatan jantung.
Toksin atau racun dalam tubuh akan sulit masuk ke dalam tubuh, khususnya jantung, berkat perlindungan yang diberikan oleh zat antioksidan ini.
Segala sesuatu yang menghambat aliran darah dalam pembuluh darah juga akan hilang oleh zat yang terkandung pada jengkol.
Aliran darah pun akan menjadi lebih lancar dan jantung pun akan berfungsi dengan baik dan optimal.
Semoga informasi seputar manfaat jengkol bagi kesehatan ini bermanfaat untuk anda para pembaca.
Pastikan anda menjaga kesehatan tubuh anda dengan cara memperhatikan asupan nutrisi anda serta berolahraga secara teratur.
Selektiflah dalam mengkonsumsi makanans. Meski jengkol identik sebagai makanan biasa, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.
Kontraindikasi Jengkol
Tapi ingat ya bagi anda penderita gangguan organ ginjal, sebaiknya tidak mengkonsumsi jengkol karena akan semakin memperburuk kondisi organ ginjal anda.
Mengkonsumsi jengkol pun perlu dibatasi, yaitu hanya 3 hingga 10 gram saja per hari.
- Petai
Berbagai penelitian, baik di dalam maupun luar negeri, telah menunjukkan bahwa petai memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan. Berikut empat manfaat utamanya:
Antioksidan. Petai tinggi akan kadar antioksidan fenolic acid, yang diperlukan untuk melawan radikal bebas.
Artinya, petai dapat bantu mencegah darah tinggi, diabetes, kanker, dan tukak lambung.
Antibakteri. Petai dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatif, seperti E. coli, yang sering menyebabkan infeksi saluran kemih pada wanita, dan H. pylori yang menyebabkan tukak lambung.
Antikanker. Angiogenesis atau proses pembentukan pembuluh darah baru merupakan proses yang berperan dalam penyebaran kanker.
Penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan membuktikan bahwa ekstrak metanol dari petai dapat menghambat proses tersebut hingga 50%.
Selain itu, kandungan thiazolidine-4-carboxilic acid/thiproline pada biji petai yang sudah matang juga memiliki efek menekan pertumbuhan sel kanker.
Antidiabetik. Pada tikus percobaan, ekstrak biji petai dapat menurunkan kadar gula darah 2 jam setelah makan.
Hebatnya, efek ini bertahan hingga 24 jam.
Di samping manfaat-manfaat di atas, petai juga kaya akan asam amino serta vitamin dan mineral penting.
Nutrisi tersebut diperlukan untuk proses metabolisme dan pertahanan tubuh.
Namun perlu Anda ingat, petai sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Sebab petai mengandung tinggi protein, yang dapat memperberat fungsi ginjal.
Konsumsi petai pun tidak disarankan pada orang yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal.
Nah, setelah mengetahui manfaat petai bagi kesehatan, apakah Anda berani mencobanya
Ternyata, petai memiliki kandungan yang memiliki manfaat baik untuk kesehatan.
• Kunci Gitar Lagu Cinta Luar Biasa - Andmesh Kamaleng Lengkap Panduan Download Lagu Cinta Luar Biasa
• Suka Gigit Manusia, Ternyata Darah Bukan Makanan Nyamuk Lho! Terungkap Fakta Mengejutkan Ini
• Tips Memilih 10 Menu Makan Siang Khas Indonesia Bergizi tak Mengandung Santan dan Tetap Praktis
- Kulit Petai
Kulit petai rupanya juga bermanfaat sebagai obat alternatif yang alami dalam proses menyembuhkan penyakit tertentu.
Berikut ini beberapa manfaat kulit petai bagi kesehatan:
Sebagai Obat Impotensi
- Ambil kulit pete 1 lanjar
- Gunting kulit pete selebar 5 hingga 10 mm
- Rebuslah air sebanyak 400 ml sampai mendidih
- Setelah air mendidih, masukkan guntingan kulit pete kedalam air mendidih
- Rebuslah kulit pete selama 20 menit
Catatan : Dalam waktu 6-10 jam setelah meminum rebusan, seseorang akan merasakan hasilnya.
Dan sebaiknya rebusan petai jangan diminum di pagi hari, air petai dianjurkan untuk diminum siang atau malam setelah cukup makan.
Sebagai Obat Diabetes
Diabetes yakni penyakit yang disebabkan karena kandungan gula darah tidak sewajarnya dengan sekresi insulin.
Dan kulit petai bisa membantu menyembuhkan diabetes jika dikonsumsi secara rutin dan benar.
Langkah-langkah mengemas kulit petai untuk obat diabetes, sebagai berikut:
1. Memotong kecil-kecil kulit pete
2. Masukanlah dalam ketupat
3. Rebus ketupat dalam 3 gelas air panas sampai airnya kurang lebih tersisa satu gelas saja
4. Berikan gula merah dalam air rebusan
5. Saring air hasil rebusan dan konsumsi ramuan ini 2 x satu hari untuk dapatkan hasil yang dikehendaki
Kerugian Konsumsi Petai
Tidak hanya bermanfaat, mengkonsumsi petai dan kulit petai akan merugikan seseorang jika berlebih.
Dikutip dari doktersehat.com, petai memang bermanfaat untuk dikonsumsi karena mengandung vitamin C, A, B6 dan B12.
Serta mengandung potassium dan zat besi, namun konsumsi petai yang berlebihan akan mengakibatkan gagal ginjal dan asam urat.
2. Menghilangkan Aroma Busuk Petai dan Jengkol Usai Dikonsumsi
Untuk kamu penggemar petai dan jengkol, jangan pernah khawatir lagi dengan bau mulut setelah mengonsumsi petai dan jengkol. Ada beberapa cara alami yang bisa menghilangkannya.
- Gula Jawa
Selain digunakan untuk memasak, gula jawa bisa digunakan untuk mengusir bau muluit. Mengunyah gula jawa setelah makan petai dan jengkol bisa mengurangi bau mulut.
- Campuran Air Lemon dan Baking Soda
Siapkan dua sendok makan air lemon dan dua sendok teh baking soda. Campurkan kedua bahan tersebut dengan air, gunakan air campuran tersebut untuk berkumur.
Bau mulut akan segera hilang seketika
- Kayu Manis
Permen rasa kayu manis dapat mengurangi bau mulut. Kandungan permen tersebut dapat mengusir 50% bakteri dimulut.
- Madu
Kandungan madu ternyata bisa mengusir mikroba penyebab bau dalam mulut. Minum madu setelah makan petai atau jengkol agar bau mulut hilang.
- Kopi Hitam
Rupanya kopi hitam yang dikenal pahit ini justru merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi bau tidak sedap setelah mengonsumsi petai dan jengkol.
Kopi yang sudah diseduh bisa langsung diminum, tetapi cara yang lebih jitu lagi adalah mengonsumsi langsung kopi hitam yang masih segar.
- Air Garam
Bau mulut akan hilang dengan cara yang super sederhana, yaitu dengan berkumur air garam.
Cara ini cukup praktis dan mudah, hanya dengan mencampurkan garam secukupnya dengan air hangat, ramuan penghilang bau mulut bisa langsung digunakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/petai-jengkol-1.jpg)