Isra' Mi'raj: Saat Kedukaan Nabi Muhmmad SAW Memuncak Ditinggal Khadijah dan Abu Thalib

Isra' Mi'raj: Saat Kedukaan Nabi Muhmmad SAW Memuncak Ditinggal Orang Terkasih Khadijah dan Abu Thalib

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: pairat
Istimewa
Isra' Mi'raj: Saat Kedukaan Nabi Muhmmad SAW Memuncak Ditinggal Orang Terkasih Khadijah dan Abu Thalib 

Isra' Mi'raj atau Isra Mikraj : Saat Kedukaan Nabi Muhmmad SAW Memuncak Ditinggal Orang Terkasih Khadijah dan Abu Thalib

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Isra Miraj atau atau Isra' Mi'raj atau disebut pula Isra Mikraj di mana dari bahasa Arab al-Isra wal-Mi'raj terjadi pada malam 27 rajab yang jatuh pada Rabu, 3 April, di mana pada malamnya umat Islam memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Isra' Mi'raj, perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dalam satu malam dan membuat peristiwa penting, terutama perintah menunaikan salat lima waktu sehari semalam dan hal lainnya.

Isra' Mi'raj atau isra Mikraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Di mana terjadi tahun 620-621 M, saat Nabi Muhammad SAW menghalami kedukaan dan tekanan hebat karena Khadijah sang istri dan sang paman Abu Thalib meninggal.

Kerap masyarakat menggabungkan Isra' Mi'raj (Isra Mikraj) menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal Isra dan Mikraj merupakan dua peristiwa yang berbeda.

Dalam Isra, Nabi Muhammad S.A.W diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Dia mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

FAKTA-FAKTA ISRA MI'RAJ ATAU ISRA MIKRAJ

1. Tahun Dimana Nabi kehilangan dua orang terkasihnya dan mendapatkan tekanan berat dari kaum kafir yang menekannya, bahkan sang paman kandungnya sendiri, yang ingin menghabisi Muhammad SAW.

Menurut Ustad Abdul Somad mengatakan, Isra Miraj adalah Isra miraj merupakan tasliyah (hiburan) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dilanda duka hingga menyebut amul huzn (tahun duka cita).

Mengapa beliau berduka? Ada beberapa sebab. Pertama, istri beliau Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian.

2. Sang Istri Tercinta Meninggal
Khadijah istri pertama Rasulullah yang sangat beliau cintai. Sejak Rasulullah mendapat wahyu, Khadijah orang pertama yang mendukung beliau. Ketika kembali dari gua hira’ dalam kondisi demam, Rasulullah minta kepada Khadijah “zammilunii.. zammilinuii..” Selimuti aku… selimuti aku. Lalu Khadijah menyelimuti Muhammad SAW. Menenangkan beliau, memotivasi dan membangkitkan optimisme bahwa yang datang kepada beliau adalah kebaikan.

Khadijah merupakan orang yang pertama beriman dan mendukung dakwah beliau. Saat Rasulullah membutuhkan dana untuk dakwahnya entah memerdekakan budak, membantu fakir miskin atau keperluan lainnya, Khadijah yang mensupport beliau dengan hartanya. Khadijah pula yang memberi beliau keturunan termasuk Fatimah. Khadijah pula yang dengan kedudukan mulianya melindungi Rasulullah.

Maka wafatnya Khadijah merupakan duka tersendiri bagi Rasulullah. Bagaimana mungkin kehilangan pendamping hidup sejati dan pendukung dakwah hakiki bukan sebuah duka?

3. Sang Paman Abu Thalib, Orang yang Paling Menyayanginya juga Meninggal

Halaman
1234
Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved