Breaking News:

Berita Palembang

Rayakan HUT, IKADS Palembang Sumsel Bidik 100 Anak Down Syndrome Bergabung Tiap Tahun

Rayakan Ulang Tahun Pertama, IKADS Palembang Sumsel Bidik 100 Anak Down Syndrome Bergabung Tiap Tahun

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/RESHA
Salah satu anak penderita Down Syndrome (DS), saat mengikuti lomba modelling dalam agenda ulang tahun Keluarga Anak dengan Down Syndrome (IKADS) Palembang Sumsel ke-1 di Fave Hotel, Minggu (31/3/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menginjak usia 1 tahun, Ikatan Keluarga Anak dengan Down Syndrome (IKADS) Palembang Sumsel telah memiliki 123 anggota yang telah bergabung. Anggota tersebut, berasal dari usia hitungan bulan hingga tertua, 23 tahun.

Menurut Ketua IKADS Palembang Sumsel, Aliyudin Asral, pihaknya menargetkan setiap tahun ada 100 orang penderita down syndrome (DS) yang bergabung dalam IKADS Palembang Sumsel.

Meskipun tak memiliki data pasti berapa penderita penyakit tersebut, namun ia mengatakan jumlahnya terpantau cukup banyak.

Terpisah dari Ibunya, Nasib Penyanyi Asal Thailand Ini Berubah, Kisah Kelam Demi Mimpi Terungkap!

Banting Setir Jadi YouTubers, Nasib Mantan Sopir Artis Ini Berubah Drastis, Sebulan Capai 500 Juta!

Belum Lama Menikah, Intip Potret Yuka Istri Pesinetron Aliff Alli Khan Adik dari Miller Khan

“Masih banyak orangtua yang menyembunyikan diri, jika memiliki anak penderita down syndrome. Padahal, hal tersebut bukanlah hal yang memalukan,” ujar Aliyudin saat perayaan HUT Pertama IKADS Palembang, Sumsel di Fave Hotel Minggu (31/3/2019).

Ia mengatakan, dukungan orangtua sangat menentukan mereka di masa yang akan datang. Sebab, penderita DS tersebut membutuhkan dorongan dan motivasi dari orangtua agar mereka bisa hidup normal seperti masyarakat kebanyakan.

BPD Prabowo-Sandi Klaim Penampilan Prabowo Excelent, TKD KIK Sebut Jokowi Kuasai Tema Debat

7 Artis Ini Cerai Diusia Muda, Penampilannya Kini Malah Bikin Susah Berkedip, Nomor 3 Masih 24 Tahun

Sosialisasikan Pemilu 2019, KPU Sumsel Gelar Konser Musik Bertema Pemilih Berdaulat Negara Kuat

“Ini justru yang paling berat, bagaimana mengubah mindset orangtuanya. Jadi kita mengubah pola pikir orangtuanya, agar mau mendukung penuh dan mengurus penderita down syndrome tersebut,” terangnya.

Aliyudin menambahkan, saat pertama berdiri baru sekitar 20 orang yang bergabung dalam organisasi tersebut. Di dalamnya, mereka saling memberi dukungan dan memberikan terapi rutin, agar mereka bisa maksimal dalam belajar.

Kunci Gitar Lagu Iwan Fals Full Album, Mulai Dari Sarjana Muda dan Lengkap Panduan Download Lagu

Isu Putus dari Alyssa Daguise, Al Ghazali Pamer Foto sama Wanita Lain, Prestasinya tak Main-main!

Dicerai Sampai Diusir dari Rumah 5 Artis Cantik Ini Malah Jadi Janda Kaya, No 5 Ditinggal Saat Hamil

“Pemerintah memang menyiapkan tempat mereka bersekolah, yakni di YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat, red). Namun, perlu diketahui penderita DS ini tidak cacat dalam tanda kutip. Mereka hanya lemah,” ungkapnya.

Untuk itulah, IKADS Palembang Sumsel sebagai salah satu jalan bagaimana menangani penderita DS bisa berproses kembali menjadi normal.

Disamping, memberikan pemahaman kepada orangtua bagaimana cara menangani anak tersebut.

“Kami terus berusaha agar penderita down syndrome bisa normal seperti masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved