Resmi Per 1 April Tarif Jargas Dikembalikan Semula. SP2J Harus Berikan Kompensasi Kepada Pelanggan

PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) harus menurunkan kembali harga jaringan gas kelas I dan kelas II dimulai 1 April 2019

Resmi Per 1 April Tarif Jargas Dikembalikan Semula. SP2J Harus Berikan Kompensasi Kepada Pelanggan
SRIPOKU.COM/ZAINI
Pemasangan jaringan gas 

Laporan wartawan sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) harus menurunkan kembali harga jaringan gas kelas I yakni Rp Rp 2710 per kubik dari sebelumnya Rp 4.750 per kubik dan kelas II Rp Rp 4.750 per kubik dari sebelumnya Rp 7.125 per kubik. Pengembalian harga ini akan dilakukan mulai per 1 April 2019.

Pengembalian harga gas keharga semula ini sesuai dari rekomendasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas ) kepada PT SP2J BUMD Pemkot Palembang yang mengelola mengenai Jargas.

Selain mengembalikan harga, PT SP2J juga harus mengembalikan biaya yang sudah dibayarkan pelanggan terhitung dari kenaikan per 1 Januari sampai per Maret 2019.

Sebagai kompensasi kepada pelanggan karena sudah menaikan harga jargas tiga bulan terakhir.

Direktur Operasional SP2J Anthoni Rais mengatakan, pihaknya selain mengembalikan harga jargas juga mengembalikan pembayaran kepada pelanggan.

"Misalnya kalau sebelum kenaikan pelanggan bayar Rp 50 ribu per bulannya dan setelah kenaikan menjadi bayar Rp 100 ribu maka kita kembalikan uang selisih kenaikannya Rp 50 ribu tadi untuk pelanggan," kata Anthoni, Jumat (22/3) seusai rapat bersama di ruang wakil walikota Palembang Jalan Mardeka Nomor 1 Palembang.

Pekerja sedang menggali parit untuk menanamkan pipa jaringan gas alam di kawasan Seberang Ulu Kota Palembang.
Pekerja sedang menggali parit untuk menanamkan pipa jaringan gas alam di kawasan Seberang Ulu Kota Palembang. (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

Menurut dia, ada 6.600 pelanggan yang akan diberikan kompensasi akibat kenaikan jargas tempo hari. Adanya rekomendasi ini membuat pihaknya harus merugi sebab gas yang disalurkan untuk masyarakat dibeli dari Pertamina sebesar Rp 4.700.

Sedangkan biaya gas masih diangka Rp 2.710 per kubiknya.

"Kita harus merugi sampai ada ketetapan harga baru dari BPH Migas," kata dia.

Anthoni mengatakan, BPH Migas akan mengeluarkan satu harga, sehingga nanti pihaknya akan mengacu pada penetapan harga yang sudah ditentukan oleh BPH Migas.

"Harga gas akan ditentukan satu harga," kata dia.

Ia mengklaim harga gas di Palembang lebih murah dibandingkan dengan daerah lainnya. Dengan harga murah tersebut seharusnya sejak dari dua tahun lalu, pihaknya sudah melakukan kenaikan.

"Harga gas kita ke pelanggan termurah, bahkan bisa dikatakan termurah Se Indonesia," kata dia.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved