Berita Muaraenim

KPU Muaraenim Coret 7 Nama Caleg dari DCT, Salah Satu Penyebabnya tidak Memenuhi Syarat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muaraenim, mencoret tujuh nama calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Muaraenim dari DCT.

KPU Muaraenim Coret 7 Nama Caleg dari DCT, Salah Satu Penyebabnya tidak Memenuhi Syarat
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Ahyaudin, Ketua KPU Muaraenim 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --Karena dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muaraenim, mencoret tujuh nama calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Muaraenim dari Daftar Calon tetap (DCT), Selasa (19/2/2019).

Menurut Ketua KPU Muaraenim Ahyaudin, bahwa ada tujuh caleg yang dianggap TMS, dan sesuai peraturan yang berlaku mereka harus dicoret.

Adapun ketujuh caleg tersebut, tiga caleg telah dicoret setelah penetapan DCT sebelum validasi surat suara, karena ketiga caleg tersebut dinyatakan TMS berdasarkan temuan dari Bawaslu terkait masalah kelengkapan administrasi, diantaranya tidak mengundurkan diri sebagai honorer.

Sedangkan empat caleg lainnya yang dinyatakan TMS yakni dua caleg dinyatakan TMS karena meninggal dunia dan dua lainnya mengundurkan diri karena lulus seleksi CPNS.

"Karena dinyatakan TMS setelah validasi surat suara maka nama caleg tersebut sudah tercetak di surat suara. Namun pada lembar DCT telah kita coret," ujar Ahyaudin.

PT Sumber Beton Pelangi di Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin Akhirnya Disegel

Mulai 1 Maret Ini Pelanggan Listrik 900 VA Mengalami Penurunan Tarif Sebesar Rp 25 Per-Kwh

Empat Kawanan Residivis Digulung Tim Ranmor Polresta Palembang, Satu Orang Terpaksa Ditembak

Masih dikatakan Ahyaudin, untuk nama empat caleg yang TMS setelah validasi surat suara, nanti pihaknya akan mengeluarkan surat resmi kepada penyelenggara pemilihan yang berisi instruksi untuk mengumumkan nama-nama caleg yang TMS.

Apabila nanti nama caleg tersebut dicoblos oleh masyarakat, maka dianggap sah sebagai suara partai, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Selain itu, Ahyaudin juga menghimbau kepada para kandidat caleg untuk membuat bahan sosialisasi ajakan kepada masyarakat untuk datang ke TPS tanggal 17 April 2019.

Karena selama ini hanya ada ajakan untuk memilih, sedangkan kapan pemilihan dilaksanakan tidak dicantumkan.

Sebab pihaknya berharap pada pemilu pileg dan Pilpres kali ini tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya semakin tinggi.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tresia Silviana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved