Apa Jadinya Tenis Dunia ketika Diatur oleh Gerard Pique dan Lionel Messi?
Lionel Messi pun punya saham di perusahaan tersebut, meski tidak sebanyak dan terjun langsung seperti Pique
"Saya akan buktikan bahwa mereka salah," tutur mantan pemain Manchester United tersebut.
Ketika Kosmos mengambil alih pengelolaan Piala Davis, Pique punya hasrat untuk mengubah formatnya menjadi seperti Piala Dunia FIFA.
Hal itu tak lepas dari skuad Piala Davis yang kerap tak diikuti oleh petenis top dunia.
Bersama Kosmos dan ITF, Pique kemudian mengajukan usul konsep baru Piala Davis diselenggarakan pada awal 2020.
Dengan format seperti Piala Dunia, pertandingan Piala Davis tak lagi menggunakan sistem gugur melainkan melalui fase grup terlebih dahulu.
Jumlah pertandingan yang menjadi semakin panjang serta jadwal mepet dengan turnamen akhir tahun inilah dasar kritik para petenis top dunia.
"Saya tahu usulan ini baru di dunia tenis dan akan sulit meyakinkan semua orang," kata pasangan Shakira itu.
"Namun, pada masa depan, kita akan melihat kompetisi ini menjadi ajang terbesar tenis dunia," ucap Pique.
Pique juga membalas anggapan soal dirinya sebagai pesepak bola yang tak tahu menahu soal tenis.
Menurut dia, perbincangan dengan rekan-rekan sesama pesepak bola tak melulu soal lapangan hijau.
"Di Barcelona juga ada Ivan Rakitic," tutur Pique mengisahkan.
"Dia selalu mengikuti perjalanan tim Piala Davis Kroasia yang memenangi kejuaraan ini tahun lalu," tutur Pique.
"Ada juga Lionel Messi," lanjutnya soal megabintang Barcelona.
"Dia merupakan penggemar berat tenis dan dia menjadi bagian dari perusahaan (Kosmos) ini," ujar Pique.
Kendati menjadi investor dari Kosmos, Messi tak terlibat sedalam Pique.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gerard-pique_20180428_141048.jpg)