Alasan Light Rail Transit (LRT) Akan Menjadi Peradaban Baru dalam Bertransportasi, Ini Kelebihannya

Moda transportasi yang rencananya akan dioperasikan pada April 2021 itu diharapkan akan menjadi peradaban baru masyarakat dalam bertransportasi.

Alasan Light Rail Transit (LRT) Akan Menjadi Peradaban Baru dalam Bertransportasi, Ini Kelebihannya
Warta Kota/Alex Suban
Para narasumber antara lain Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pundjung Setya Brata, VP PMO Operation LRT Jabodebek Iwan Eka, pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Joga, dan pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno serta Influencer Ditto Percussion berfoto bersama para peserta Focus Group Discussion Warta Kota dan Kemenhub membahas "Pembangunan LRT Jabodebek & Sumsel untuk Siapa?" di Gedung Ko 

Beberapa Kelebihan

Zulfikri memastikan bahwa pilihan untuk mengembangkan moda transportasi kereta, khususnya LRT itu karena moda transportasi ini memiliki beberapa kelebihan.

“Kita memang butuh angkutan massal (LRT-Red) ini karena efisien. Seperti dalam hal penggunaan lahan yang cukup minim. Penggunaan energi ramah lingkungan, memiliki kapasitas angkut massal, waktu tempuh yang lebih pasti, hemat bahan bakar, juga tujuan pemberhentian yang bisa menjangkau pusat-pusat perekonomian,” jelasnya.

Dia menyebutkan, salah satu contohnya adalah dengan telah beroperasinya LRT Sumsel. LRT Sumsel terbukti telah berhasil melayani ribuan atlet dalam perhelatan Asian Games 2018 lalu.

“Untuk LRT Sumsel, agak lain dengan Jabodebek. LRT Sumsel kami bangun dengan dua tujuan. Pertama memang dibangun untuk mengejar perhelatan Asian Games, dimana kota Palembang menjadi salah satu tempat tuan rumah Asian Games,” katanya.

Selama penyelenggaraan Asian Games mulai tanggal 18 Agustus - 2 September total jumlah atlet dan masyarakat yang menggunakan layanan LRT Sumsel mencapai 53.969 penumpang. Diantaranya sekitar 2.900 atlet atau official yang berasal dari 32 negara peserta Asian Games.

“Sekarang masih dalam tahap penyelesaian. Sebelumnya kami operasikan secara terbatas, tidak komersial. Tapi sejak bulan Oktober 2018 kami berlakukan tarif. Mulai Mei 2019 kami operasikan secara maksimal, dengan waktu tempuh lebih cepat,” jelasnya.

Stasiun Depo LRT Palembang di Jakabaring Palembang
Stasiun Depo LRT Palembang di Jakabaring Palembang (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Target April 2021

Sementara itu, Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pundjung Setya Brata, mengatakan bahwa saat ini proyek pembangunan LRT Jabodebek mengejar target selesai untuk operasi April 2021 nanti.

“Saat ini progress pembangunannya total sudah 58,3 persen. Terdiri dari, Cawang-Cibubur 78,4 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 46,1 persen, dan Cawang-Bekasi Timur 52,7 persen,” katanya.

Halaman
123
Editor: Tresia Silviana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved