Alasan Light Rail Transit (LRT) Akan Menjadi Peradaban Baru dalam Bertransportasi, Ini Kelebihannya

Moda transportasi yang rencananya akan dioperasikan pada April 2021 itu diharapkan akan menjadi peradaban baru masyarakat dalam bertransportasi.

Alasan Light Rail Transit (LRT) Akan Menjadi Peradaban Baru dalam Bertransportasi, Ini Kelebihannya
Warta Kota/Alex Suban
Para narasumber antara lain Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pundjung Setya Brata, VP PMO Operation LRT Jabodebek Iwan Eka, pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Joga, dan pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno serta Influencer Ditto Percussion berfoto bersama para peserta Focus Group Discussion Warta Kota dan Kemenhub membahas "Pembangunan LRT Jabodebek & Sumsel untuk Siapa?" di Gedung Ko 

Alasan Light Rail Transit (LRT) Akan Menjadi Peradaban Baru dalam Bertransportasi, Ini Kelebihannya

SRIPOKU.COM, PALMERAH - Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) saat ini telah mencapai 58,3 persen.

Moda transportasi yang rencananya akan dioperasikan pada April 2021 itu diharapkan akan menjadi peradaban baru masyarakat dalam bertransportasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Per­­keretaapian Kementerian Perhu­bungan (Kemenhub), Zulfikri mengatakan bahwa dengan adanya LRT, pola bertransportasi masyarakat juga akan berubah.

“LRT ini merupakan suatu hal yang baru. Dimana dengan transportasi yang modern, para penumpang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal ini,” kata Zulfikri, dalam Focus Grup Discussion (FGD) Pembangunan LRT Jabodebek dan Sumsel Untuk Siapa? yang diselenggarakan oleh Harian Warta Kota di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (13/2/2019).

Para narasumber antara lain Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pundjung Setya Brata, VP PMO Operation LRT Jabodebek Iwan Eka, pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Joga, dan pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno serta Influencer Ditto Percussion berfoto bersama para peserta Focus Group Discussion Warta Kota dan Kemenhub membahas
Para narasumber antara lain Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pundjung Setya Brata, VP PMO Operation LRT Jabodebek Iwan Eka, pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Joga, dan pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno serta Influencer Ditto Percussion berfoto bersama para peserta Focus Group Discussion Warta Kota dan Kemenhub membahas "Pembangunan LRT Jabodebek & Sumsel untuk Siapa?" di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019). (Warta Kota/Alex Suban)

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemen­hub), Zulfikri; Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pundjung Setya Brata; Vice President PMO Operation LRT Jabodebek, Iwan Eka; Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, dan Pengamat Tata Kota Universitas Tri Sakti, Nirwono Joga.

Menurut Zulfikri, dengan adanya LRT ini masyarakat harus terbiasa untuk mengantre dan menggunakan sistem pembayaran cashless. Zukfikri pun mengakui, jika dibandingkan negara lain, pembangunan LRT ini termasuk terlambat.

“Negara lain, contohnya Singapura yang luas wilayahnya lebih kecil, sudah punya berapa koridor. Jakarta sudah sangat terlambat. Sudah 26 tahun tidak dibangun. Namun, meskipun terlambat baru kali ini pemerintah kita berani memulai,” jelasnya.

===

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV!
Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!

===

Halaman
123
Editor: Tresia Silviana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved