9 Napi Kasus Terorisme Dititipkan di Sumsel, Kakanwil Kemenkumham Sumsel : Tak Ada Perlakuan Khusus

Saat ini narapidana (napi) kasus terorisme yang ada di Sumsel sebanyak 9 orang.

9 Napi Kasus Terorisme Dititipkan di Sumsel, Kakanwil Kemenkumham Sumsel : Tak Ada Perlakuan Khusus
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumsel, Sudirman D Hury 

Laporan wartawan Sripoku com, Pairat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Saat ini narapidana (napi) kasus terorisme yang ada di Sumsel sebanyak 9 orang.

Hal ini disampaikan oleh Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Dr. H. Sudirman D Hury, M.M, M.Sc usai menghadiri seminar Nasional Pembimbing Kemasyarakatan yang digelar Kemenkumham Sumsel di Balroom Aston Hotel Palembang, Rabu (6/2/2019).

"Ada 9 narapidana kasus terorisme ini kita titipkan dibeberapa lapas yang ada di kabupaten Sumsel, yakni LP Muaraenim, LP Lubuklinggau dan LB 1," ungkap Hury kepada Sripoku.com.

Kepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Musirawas Kabur ke Gang Buntu Lalu Babak Belur Dihajar Massa

Kejar Target, 20 Staf KPU Palembang Berjibaku Rakit 25 Ribu Kotak Suara Kardus

Terungkap Pria yang Ditemukan Tewas Tersengat Listrik di Semak-semak, Ternyata Ini Penyebabnya

Terkait seperti apa pengawasan para napi kasus terorisme ini, Hury mengatakan tak ada perlakukan khusus, namun Dia menyebut para napi ini diberikan konseling dalam bentuk sentuhan kemanusiaan.

"Sentuhan kemanusian kita maksudkan adalah melakukan pendekatan kepada para napi, kita dengar apa maunya mereka dan kita hargai" Beber Hury.

Sehingga tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memberikan hak sebagai warga binaan kepada napi yang tersandung kasus terorisme untuk mendapat remisi.

Hutan Bakau di Pantai Timur OKI yang Disenangi Kepiting Bakau Perlu Pelestarian, Berikut Faktornya

Tren Make-up 2019 Flawless Make-up ala Winda Yunia, Tetap Tampil Sehat dan Natural

Jadi Janda 2 Kali, Deretan Artis Ini Tetap Pilih Menikah Lagi, No 5 Usia Belum Genap 30 Tahun!

Hal ini tentunya dengan segala pertimbangan dan telah memenuhi syarat yang ditentukan yang merujuk pada peraturan pemerintah no 32 tahun 1999 kemudian diubah ke peraturan no 28 tahun 2006 dan peraturan pemerintah no 99 tahun 2012 terkait persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh para napi yang tergolong ke extra organicrime yakni kasus narkoba, terorisme, dan juga kasus trans nasional crime dan kasus pelanggaan HAM.

Selain mendapat remisi, Hury menambahkan hak sebagai warga binaan juga diberikan cuti menjelang bebas masa tahanan atau dengan kata lain cuti bersyarat dan Pembebasan Bersayarat (PB).

"Semua berjalan tidak ada yang istimewa ketika mereka memenuhi syarat harus ada JC kalo narkoba dari BNN sedangkan terorisme dari BNPT" ujar Hury.

Hury menyebut dari kesembilan orang napi kasus terorisme di Sumsel tersebut tidak ada satupun yang berasal dari kelompok Abu bakar Ba'asyir.

Amblas dan Putus Total, Jalan Lintas Lahat-Pagaralam Kini Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan

Lantik Puluhan Pejabat, Kholid Minta Pejabat untuk Mencontoh Kinerja Kades di Kecamatan Cempaka

Terkumpul 300 Kg Perhari dari Target 1,5 Ton Sampah, Langkah Ini yang Dilakukan Camat Kalidoni

Namun, Dia tak menampik ada salah satu napi tersebut yang pernah mengikuti jejak kelompok Abu bakar Ba'asyir namun tentu bukan sebagai pelaku utama hanya sebagai pelayan sekadar membawa bekal.

Terakhir Hury mengatakan sejauh ini kesembilan napi teroris tersebut masih menjalani masa tahanan dan begitu kooperatif.

"Ya tentu punya alasan tersendiri mengapa 9 orang ini dititipkan di Sumsel tentu mereka tahu dan percaya teman-teman pemsyarakatan di sini mampu menjinakkan mereka apalagi dengan pendekatan tidak militan tentu semua bisa kita lakukan," tutup Hury kepada Sripoku.com.

====

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV! Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: pairat
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved