Wongalas Tembang Kritik Sosial Pasal 33, Berikut Lirik Lagunya
Wongalas memang baru memulai dengan single-nya. Meski, mereka bukan orang-orang baru di blantika musik publik. Jatuh-bangun, gonta-ganti personel
Penulis: Aminudin | Editor: Welly Hadinata
Jangan-jangan di sana sarang penjahat
Ada maling yang mengaku pejabat
Chorus:
Rakus… dasar kamu memang rakus
Hancur… bikin menjadi hancur
Tolol… dasar kamu memang tolol
Malu… malu dong malah mata merapat
“Kami baru memulai, dan acaranya sesederhana mungkin sehingga benar-benar mencerminkan ‘siapa’ grup ini,” kaya Yudith di dampingi Heri Hidayat, manajer sekaligus penemu grup Wongalas usai peluncuran di kafe “Dapoer Benhil”, Jakara. Acara dipandu Iwan Maftuhi alias Wawan Gimbal.
Wongalas memang baru memulai dengan single-nya. Meski, mereka bukan orang-orang baru di blantika musik publik. Jatuh-bangun, gonta-ganti personel pernah mereka lalui.
Didirikan tahun 2012. Kemudian, sponsornya menghilang. Tak tahu kemana. Yudith pulang kampung, ke Cilacap. Personel lain cari jalan masing-masing.
”Sekarang ketemu Mas Heri, diajak bangun bareng. Jadilah kita kumpul. Opick (Taufik), gitaris, sudah sejak lama bareng saya di Yogya. Inilah kami sekarang,” jelas Yudith mengisahkan sepotong perjalanan Wongalas.
Ini bukti lain bahwa Wongalas bukan baru kemarin-kemarin: dengan membaca masa kini dan Indonesia ke depan, tak kurang dari 100-an lagu sudah digubah.
Semua bicara realitas sosial, tentang Indonesia kini Indonesia ke depan. Dari bumi dan lingkungan hingga kebangsaan. Aktual kini dan aktual bagi Indonesia ke depan.
“Sengaja baru diluncurkan single ‘Pasal 33’. Selebihnya terus dimatangkan dan kita pastikan tidak keluar dari identitas Wongalas, alami, apa adanya, natur namun tetaplah musik sebagai seni,” urai Heri, sang manajer dari rumah musik Swantara, Jakarta, menimpali bincang-bincang malam itu.
Acara peluncuran single ‘Pasal 33’ malam itu ditandai obrolan personel Wongalas dengan fansnya, “Bocahalas” (Bolas).
Ada pula kuis gembira berhadiah t-shirt Wongalas dan pembubuhan tandatangan personel di t-shirt Bolas. Tentu saja ada foto bersama Wongalas - Bolas.
Acara berakhir dengan janji sang manajer dan Wongalas untuk jumpa lagi dengan karya-karya berikutnya. Tak sekadar
mengecam-kecam, tentunya. Lebih mencerdaskan! (aminuddin/rel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/personel-wongalas.jpg)