Disebut Jual Diri, Ini Pengakuan Aldira Chena Setelah Diperiksa Polisi, Tarif Artis Lain pun Bocor

Prostitusi online - Mengaku Lelah, Ini Pengakuan Aldira Selebgram Seksi yang Terjerat Prostitusi Online, Polsisi Temukan Ini

Disebut Jual Diri, Ini Pengakuan Aldira Chena Setelah Diperiksa Polisi, Tarif Artis Lain pun Bocor
Instagram/Aldira Chena
Aldira Chena selebgram cantik yang diperiksa polisi terkait prostitusi online 

Siapa Artis Papan Atas yang Dibayar Rp 150 Juta 'Main' Cuma 20 Menit? ini Pengakuan Robby Abbas

Mantan mucikari artis, Robby Abbas membongkar ada seorang artis yang dibooking selama 20 menit sudah menerima bayaran Rp 150 juta.

Artis ini menerima bayaran Rp 150 juta dari mucikari Robby Abbas secara tunai atau secara langsung tanpa melalui transfer.

Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad SAW dari Lahir, Menikah Lalu Wafat Buat Air Mata Menetes

Dinilai Ombudsman Salahi Aturan MTsN 1 Sakatiga Indralaya Ogan Ilir Kembalikan Uang Iuran Rp 85 Juta

Bayi Penderita Omphalocele Asal OKU Masih Dirawat di RSMH Palembang, Butuh Bantuan untuk Pengobatan

Fakta ini diungkap Robby Abbas saat menjadi bintang tamu di acara Hotman Paris Show yang tayang, Kamis (10/1/2019).

Robby mengakui saat masih menjadi mucikari ada sekitar 100 artis yang masuk jaringan bisnis prostitusinya.

Dari 100 artis tersebut, 40 persen di antarnaya dalah artis papan atas atau artis yang sudah memiliki nama.

"Artis paling mahal 150 juta. Waktu itu gak sama satu jam, cuma 20 menit (sang artis melayani pelanggannya)," aku Robby yang telah dihukum penjara atas bisnis yang dikelolanya itu.

Keenam Artis ini dipanggil sebagai saksi kasus dugaan Prostitusi Online yang melibatkan Artis. Masing-masing Mulya Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Riri Febianti, Aldiena Cena atau Sundari Indira, dan Tiara Permatasari.
Keenam Artis ini dipanggil sebagai saksi kasus dugaan Prostitusi Online yang melibatkan Artis. Masing-masing Mulya Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Riri Febianti, Aldiena Cena atau Sundari Indira, dan Tiara Permatasari. (Tribun Video)

Disinggung apa yang diperbuat para artis dan pelanggannya ini saat di kamar hotel, Robby mengaku tidak mengetahuinya karena dia hanya mengatur segala sesuatu dan proses pembayarannya saja.

Diakui, selama berbisnis prostitusi ini dia tidak pernah memakai sistem transfer.

Dia memilih transaksi tunai dengan pelanggan maupun dengan sang artis.

Dari tarif Rp 10 juta hingga Rp 150 juta yang sudah dipatok, dia tidak pernah mengambil bagian dari tarif itu.

Dia hanya me-mark up dari tarif yang sudah diberikan sang artis.

Biasanya Robby me mark-up hingga 20 persen dari tarif sang artis.

"Untuk sang artis, biasanya dia ketemu di luar untuk ambil duitnya," katanya.

Diakui Robby, selama berbisnis ini dia tidak pernah mencari atau menawari artis untuk masuk di jaringan bisnisnya.

Si artis lah yang menghubunginya untuk meminta dicarikan pelanggan. 

Karena itu, Robby membantah tudingan jebak-jebakan dalam bisnisnya ini karena semuanya tahu sama tahu. 

Meski begitu, ketika kasusnya terungkap dan dia ditangkap polisi, banyak artisnya yang saat pemberkasan polisi mengaku menjadi bagian dari bisnis prostitusi ini, namun ketika di luar sidang membantahnya. 

"Adakah artis yang masih eksis sampai sekarang?," tanya Hotman Paris. 

Robby mengakui memang masih ada beberapa yang menggeluti bisnis itu, namun ada juga yang sudah berhijrah.  

"Ada beberapa yang hijrah. ada yang diiundang ke sini (Hotman Paris Ahow), udah hijarah. 
Ada yang main sinetron juga udah hijrah," katanya. 

Lalu siapa pemakai dari para artis ini? 

Awalnya Robby menyebut pemakai prostitusi artis ini adalah para pejabat dan pengusaha. 

Komposisinya, 25 persen pejabat dan sisanya adalah pengusaha. 

Robby enggan mengungkap jenis institusi dari pejabat tersebut. 

Lowongan Kerja Pengelolaan Data dan Statistik Terintegrasi (GDST) OJK Tahun 2019, Deadline Hari ini!

Kumpulan Lagu Romantis Terbaik Sepanjang Masa Paling Pas Buat Hari Valentine, Bisa di Download

Dulu Didepak Maia Estianty, Lama Menghilang dari Sorotan Media, Begini Nasib Penyanyi Ini Sekarang

 Polda Jatim Ungkap 45 Artis dan 100 Model

Sebelumnya, Polda Jatim telah mengantongi nama 45 artis dan 100 model yang terlibat dalam jaringan prostitusi yang kini ditanganinya. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan dari 45 artis dan 100 model tersebut, dua diantaranya sudah diperiksa (Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila), sementara lainnya menyusul. 

"Nama-nama sudah kami pegang semuanya, tarifnya juga sudah ada, sesuai dengan tingkat kepopulerannya," terang Luki Hermawan saat menjelaskan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model, Senin (7/1/2019).

Tarif dari sederet artis dari posisi tersebut yakni sekitar mulai dari Rp 25 juta, Rp 80 juta Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 300 juta.

Luki Hermawan mengungkapkan, untuk jaringan dari dua mucikar Endang (37) dan Tantri (28) asal Jakarta Selatan, ternyata telah mencakup hampir seluruh daerah di Indonesia.

Data yang diperoleh dari Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menyebutkan, hasil pengembangan yang dilakukan ternyata seluruh konsumennya dari prostitusi yang menyediakan para artis dan model Indonesia berasal dari hampir seluruh kota di Tanah Air.

Aldira Chena, Maulia Lestari, Fatya Ginanjasari
Aldira Chena, Maulia Lestari, Fatya Ginanjasari (Kolase Instagram)

Bahkan, ada pula konsumen yang berasal dari luar negeri.

"Kalau dilihat, ini konsumennya dari semua kota, tergantung pesanannya. Bahkan di luar negeri juga ada, kami dapatkan data dari luar negeri," kata Luki Hermawan, Kapolda Jatim saat konfresi pers di mapolda Jatim, Senin (7/1/2019).

Vanessa memberik keteranga pers usai pemeriksaan dirinya di Polda Jatim. Polisi akhirnya melepaskan Venessa yang sebelumnya sempat diduga terlibat prostitusi online. (surya.co.id/mohammad romadoni)
Oleh karena itu, Luki Hermawan mengaku, pihaknya tengah mendalami kasus itu dengan memanggil satu persatu saksi untuk dimintai keterangan.

Bahkan, masih ada beberapa orang yang tengah diburu personelnya.

Sayangnya, Luki enggan menyebutkan secara detail berapa total dan identitas dari orang yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu.

"Ini merupakan jaringan yang cukup besar, nanti kami panggil satu per satu orang-orang yang terlibat dalam jaringan, kami sudah punya foto-fotonya, sudah punya nama-namanya," pungkasnya.

Penulis: candra okta della
Editor: Rizka Pratiwi Utami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved