Berita Palembang

Diduga Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras, Pemuda 17 Tahun Diringkus Hunter Polresta Palembang

Diduga Terlibat Kasus Penyiraman Cuka Parah (Air Keras), Seorang Pemuda 17 Tahun Diringkus Hunter Polresta Palembang

Diduga Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras, Pemuda 17 Tahun Diringkus Hunter Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
IF (17), tersangka penyiraman cuka parah diamankan unit Hunter Polresta Palembang, Sabtu (12/1/2019). 

Diduga Terlibat Kasus Penyiraman Cuka Parah (Air Keras), Seorang Pemuda 17 Tahun Diringkus Hunter Polresta Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - IF (17) diringkus anggota unit Hunter Polresta Palembang, Sabtu (12/1/2019).

IF diduga terlibat kasus penyiraman cuka parah terhadap M Akbar Rizki, warga Jalan KI Marogan Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Palembang.

IF yang merupakan tetangga korban ditangkap petugas saat berada tak jauh dari rumahnya.

Panik melihat kedatangan petugas yang mengenakan baju preman, IF hendak kabur.

Namun berkat kesigapan petugas IF pun berhasil diamankan dan langsung digiring ke Polresta Palembang guna mempertanggung jawabkan ulahnya.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, aksi penyiraman cuka parah yang dilakukan diduga dilakukan IF terjadi pada 20 Desember 2018 sekitar pukul 20.00, di Jalan KI Marogan Lorong Setia, Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati Palembang.

Saat itu korban sedang berjalan di TKP, lalu datang pelaku bernama IF dengan mengendarai sepeda motor bersama HL (17) yang sudah ditangkap sebelumnya.

IF tiba-tiba menyiram korban pakai air keras (uka para) ke arah muka korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka bakar pada bagian kedua belah mata, luka bakar pada pipi kiri dan pipi kanan, luka bakar pada bahu kiri dan kanan, luka bakar tangan kiri dan tangan kanan sehingga melapor ke Polresta Palembang.

"Ditangkapnya IF, atas laporan korban Rizki yang sudah disiram cuka para. Sebelumnya kita sudah menangkap temannya yakni HL," ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang melalui Wakasat Reskrim AKP Ginajar Aliya Sukmana, Sabtu (12/1/2019).

Dikatakan Ginanjar, dari 'nyanyian' HL kemudian anggota kembali menangkap IF.

IF akan dijerat pasal 170 KUHP UU perlindungan anak.

IF sendiri mengaku hanya ikutan saja melakukan aksi ini.

"Saya tidak ada masalah pak dengan korban. Namun lantaran teman saya mau dikeroyok oleh korban, jadi saya hanya ikutan saja," ungkap menyesal.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved