Berita Palembang
Ledakan Gardu Induk PLN di Bungaran Disebabkan Tali Layangan
Warga yang bermukim di kawasan Jalan Bungaran Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang dikagetkan dengan suara dentuman keras
Penulis: Reigan Riangga | Editor: Siti Olisa
Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Warga yang bermukim di kawasan Jalan Bungaran Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang dikagetkan dengan suara dentuman keras, Kamis (10/1/2019) sore.
Seketika itu juga listrik di kawasan ini langsung padam.
Ledakan yang cukup keras ini pun membuat sebagian warga panik, seluruh aliran listrik di kawasan Jalan Bungaran Kelurahan Palembang, mendadak juga ikut padam.
• Akses Sanitasi Capai 90 Persen, Musirawas Siap Ikuti Ajang Kabupaten Sehat
• Mulai Besok Masyarakat Palembang Bisa Menikmati Kambang Iwak Pakai Delman. Tarifnya Segini
• SEDANG BERLANGSUNG, Ini Link Live Streaming Wawancara Eksklusif Nurhadi-Aldo di Kompas TV
"Tidak tahu dari mana suaranya. Suara ledakannya sangat keras dan kami semuanya kaget. Setelah suara ledakan itu, lampu rumah kami padam semua. Mungkin itu suara dari gardu PLN, tapi belum tahu pasti juga," ujar Herman, warga sekitar.
Sementara Call Centre PLN Rizky melalui Humas PLN Cabang Palembang, Sugiharto menuturkan bahwa suara dentuman terdengar dari suara gardu induk PLN di Jalan Bungaran Kelurahan 8 Ulu Palembang akibat gesekan kabel listrik dari tali layangan warga sekitar.
"Kabel PLN jaringan satu bertemu dengan jaringan lain akibat tertarik tali layangan anak-anak yang bermain disana, sehingga terjadi ledakan suara dentuman itu," ungkap Sugiharto saat dikonfirmasi, Kamis.
• Punya Jabatan sebagai CEO, Wanita Ini Justru Ingin Karyawannya Utamakan Keluarga Sebelum Pekerjaan
• Koma 10 Tahun, Perawat Kaget Saat Tahu Wanita ini Tiba-tiba Hamil dan Melahirkan Bayi
• Inilah Cara Yang Paling Efektif Untuk Mengatasi Sulit Tidur
Dari itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang hendak main layangan, diharapkan tidak bermain di dekat jaringan kabel listrik lantaran sangat membahayakan.
"Yang kita takutkan itu terjadi apa-apa pada anak itu, namun alhamdulillah semuanya tidak dan saat ini semuanya sudah kembali normal," jelas dia.