Pelaku Begal Sadis yang Juga Spesialis Bajing Loncat Ini Pasrah Dikepung Buser Polsek Kertapati

Kapolsek Kertapati, AKP I Putu Suryawan, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Denny Irawan mengatakan, tersangka sudah lama menjadi incaran dan TO

Pelaku Begal Sadis yang Juga Spesialis Bajing Loncat Ini Pasrah Dikepung Buser Polsek Kertapati
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan yang menginterogasi spesialis Begal dan bajing loncat ketika diringkus Buser Polsek Kertapati 

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah menjadi target Operasi (TO) dan lama dicari keberadaannya, akhirnya pelaku begal yakni Putra (28) warga Jalan Putri Dayang Rindu Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati,
Palembang, yang dikenal sadis berhasil diringkus buser (Buru Sergap) Polsek Kertapati, Rabu (2/1/2019).

Kapolsek Kertapati, AKP I Putu Suryawan, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Denny Irawan mengatakan, tersangka sudah lama menjadi incaran dan TO Polsek Kertapati.

Pemkot Palembang tak Bisa Bayar Utang ke Pihak Ketiga Rp235 Milyar, Hal Ini yang Menjadi Alasannya

Tersangka juga dikenal sadis setiap kali beraksi dan tak segan-segan melukai korbannya.

"Pelaku ini sangat meresahkan. Dari data dan LP (Laporan polisi) yang ada, sudah 9 kali pelaku melakukan aksi bajing loncat, dengan mengambil makanan ringan, selang, printer, minuman kemasan, sarden dan
lainnya. Dan 11 kali melakukan begal di beberapa wilayah Palembang," ungkap I Putu, Jumat (4/1/2019), saat kembali merilis perkara.

Lanjut I Putu, ketika melakukan aksinya pelaku bermoduskan dengan cara menghentikan kendaraan korban yang sudah diincarnya.

Sepasang Kekasih Ini Pasrah Dikepung Kawanan Begal Senjata Pedang di Dekranasda Jakabaring Palembang

"Setelah berhasil menghentikan laju kendaraan korban, lalu pelaku kemudian menodongkan Sajam atau Senpi ke arah korban. Tersangka melakukan aksinya bersama pelaku yang sudah meninggal, yaitu Ari Tomek," beber Kapolsek Kertapati.

Hingga kini, sambung I Putu, pihaknya masih melakukan pengembangan dan akan ditindaklanjuti untuk mencari semua kendaraan hasil kejahatan pelaku.

14 WNA Sudah Dideportasi dari Palembang, Kini Petugas Kantor Imigrasi Palembang Incar WNA India

"Dari pengakuannya, sudah 9 kali melakukan aksi bajing loncat, dan 11 kali begal," ungkapnya.

Sedangkan, Putra mengakui semua aksi kejahatan yang dilakukannya, baik sendirian maupun bersama Ari Tomek.

"Benar pak, sudah 11 kali saya melakukan aksi begal. Enam kali saya beraksi sendirian, selebihnya bersama almarhum Tomek. Barangnya dijual, uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," akunya menyesal.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved