Suara Dentuman Misterius di Sumsel

Heboh Suara Dentuman Misterius di Langit Sumatera Selatan, Ini Penjelasan Danrem 044/Gapo

Heboh Suara Dentuman Misterius di Langit Sumatera Selatan, Ini Penjelasan Danrem 044/Gapo

Penulis: Tresia Silviana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Danrem 044/Gapo Kol Inf Iman Budiman SE (kedua dari kiri) didampingi Kepala BPD Sumsel.H Iriansyah SSos SKM MKes, Kasi Ops Korem Mayor Inf Andik Siswanto yang juga Dansub Satgas Darat, Kepala Posko Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla BPBD Sumsel Ansori dalam satu kegiatan. 

Heboh Suara Dentuman Misterius di Langit Sumatera Selatan, Ini Penjelasan Danrem 044/Gapo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabar suara dentuman misterius di langit Sumatera Selatan, Senin (24/12/2018) malam hingga kini masih menjadi perbincangan masyarakat.

Mulai dari daerah Plaju, Gandus, Jakabaring (Palembang), OKU Selatan, OKU Timur, dan OKU Raya, Prabumulih dan daerah lainnya juga terdengar suara dentuman misterius tersebut.

Hingga Selasa (25/12/2018) pagi, kabar heboh suara dentuman itu ramai diperbincangkan warganet di sosial media instagram maupun Facebook.

Bahkan netizen mengaku mendengar suara dentuman itu lebih dari dua kali.

Awalnya warga mengira suara tersebut berasal dari latihan tempur TNI, namun menurut Danrem 044/Gapo Kol Inf Iman Budiman SE  semalam tidak ada latihan tempur TNI.

Hal itu dikatakan oleh Danrem 044/Gapo Kol Inf Iman Budiman SE saat dihubungi Sripoku.com via telepon, Selasa (25/12/2018).

Danrem 044/Gapo Kol Inf Iman Budiman SE menegaskan tidak ada latihan TNI karena semua latihan sudah selesai dan pihaknya juga belum mendapatkan laporan secara resmi.

"Kami belum mendapatkan laporan secara resmi, semua latihan sudah ditutup dan selesai semuanya terkhususnya Danrem 044 Garuda Dempo," ucapnya.

Namun Danrem Kol Inf Iman Budiman SE mengatakan tidak tahu apakah satuan tetangga masih ada yang belum selesai atau gak.

"Kami lagi mencari informasi dan masih memeriksa semua satuan baik di wilayah maupun daerah," ucapnya.

Saat ditanya mengenai apakah ada mortil dari sisa latihan terdahulu, Danrem Kol Inf Iman Budiman SE mengatakan belum ada laporan.

"Kami belum menerima laporan apakah ada kejadian lainnya," ujarnya.

Jawaban BMKG

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang mengaku belum mendapatkan informasi geofisika terkait fenomena dentuman yang dikabarkan didengar oleh masyarakat terjadi di langit Sumsel, Senin (24/12/2018) malam.

Kas Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut. Bmkg Stage of Bengkulu sebagai Stasiun Pengamat Seismik atau kegempaan terdekat juga belum mengabarkan info lebih lanjut prihal dentuman yang didengar warga pada dini hari.

"Kami dari BMKG Stalking Palembang belum mendapatkan informasi terkait itu (dentuman), BMKG Bengkulu juga belum memberikan penjelasan," ujar Nandang, Selasa (25/12/2018).

Ia menjelaskan, terkait suara yang terdengar di langit sebagian wilayah Sumsel, analisis sementara tercatat dari pantauan citra Radar dan Satelit Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II Palembang tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara tersebut.

4 Fakta Penemuan Jenazah Dylan Sahara Istri Ifan Seventeen yang Jadi Korban Tsunami Banten

Download Kumpulan Lagu Seventeen Terpopuler, No 8 Kemarin Viral Usai Bencana Tsunami Banten

Jadi Anak Artis Ternama, 6 Anak Ini Tajir Sejak Lahir, Ada yang Sudah Miliki Usaha dari Bayi!

"Untuk pergerakan Vulkanologi dan Cincin Api Asia yang lebih berkompeten menyampaikan adalah Badan Geologi atau PVMBG. Bila ada kaitannya dengan Anak krakatau tersebut perlu narasi dari Pembuktian Ilmiah," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya belum dapat memastikan apakah siaran dentuman ada kaitannya dengan bencana tsunami Selat Sunda yang dihasilkan dari anak gunung krakatau.

Bila fenomena suara dentuman tersebut terkait cuaca, BMKG memastikan prakiraan suara itu dihasilkan dari awan CB (Cumulonimbus) yang ada di sekitar lokasi.

"Belum tau dari anak krakatau atau bukan, jika faktor cuaca bisa jadi itu karena faktor awan CB. Karena fenomena awan CB bisa menghasikan surara guntur atau petir dari ari jarak yang cukup jauh," jelasnya.

===

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved