Santri Baca Alquran 24 Jam Non Stop
Sebanyak 11 Santri penghafal Alquran 30 Juz didikan Ponpes Ahlul Quran dan Ponpes AlªLathifiyah Palembang lulus ujian qiraat.
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
LAPORAN WARTAWAN SRIPOKU.COM, MUHAMMAD HUSIN
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 11 Santri penghafal Alquran 30 Juz didikan Pondok Pesantren (Ponpes) Ahlul Quran dan Ponpes Al-Lathifiyah Palembang, dinyatakan lulus mengikuti ujian pengambilan ijazah qiraat (ilmu bacaan alquran) jenis Imam Hafs dan Imam Warasy, yang disanadkan (diturunkan) kepada Kgs KH
Nawawi Denjtik Alhafiz.
Mereka harus berjuang keras mengucapkan hafalan Alquran 30 Jus selama 24 jam Non Stop.
Ketua Yayasan Alquran Kgs KH Nawawi Dentjik Alhafiz saat wisuda XI, Rabu (19/12) mengatakan, Ponpes Ahlul Quran (Putra) dan Al-Lathifiyah (putri) hingga saat ini telah mewisuda penghafal Alquran 30 juz sebanyak 106 orang.
Dari jumlah itu, yang telah berhasil mengambil sanad qiraat hafs sebanyak 19 orang, dan yang
meneruskan mengambil sanad qiraat warasy sebanyak dua santri, sementara, hafiz putra/putri yang diwisuda di bawah 30 juz, jumlahnya sudah tidak terhitung, dan kini sudah tersebar di semua daerah di Sumsel.
"Santri yang mengambil qiraat sab'ah, khususnya untuk qiraat Hafs dan Warasy, mereka harus mengucapkan hafalannya sbeanyak 30 juz selama 24 jam non stop, dengan tingkat kesalahan dibawa 10 kali.
Alhamdulillah, semau berhasil," kata Nawawi Dentjik.
Menurutnya, istilah ilmu qiraat, adalah Ilmu yang membahas tata cara pengucapan kata©kata Al©Qur`an, cara penyampaiannya, baik yang disepakati (ulama ahli Al©Qur`an ) maupun menisabkan setiap bacaannya kepada seorang Iman Qira'at.
Qira'ah Sab'ah adalah macam©macam cara membaca Al Qur'an yang berbeda. disebut juga tujuh bacaan. karena ada tujuh imam Qira'at yang masyhur (terkenal).
Tiap-tiap Qiraat yang disandarkan pada seorang Imam memiliki kaidah-kaidah bacaan tertentu dan juga memiliki rumusan-rumusan tajwid yang berbeda-beda dalam rangka membaguskan bacaannya.
Tiap imam qira'at memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi. Tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca Qur'an, Sehingga ada empat belas cara membaca alqur'an yang masyhur.
"Alhamdulillah, saya mengambil ijazah qiraat dari guru kami sehingga penghafal Alquran yang hendak mengambil ijazah qiraat hafs, itu ke kami. Sedangkan istrinya penerima sanad untuk bacaan
imam warasy," kata Nawawi Dentjik.
Wisuda penghafal Alquran yang dipusatkan ke Ponpes Al-Lathifiyah Jalan Swadaya Palembang dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru, Anggota DPD RI Hj Asmawati dan Mantan Ketua DPR RI Ir Marzuki Alie dan Mantan Menteri Agama (Menag) RI Prof Dr Said Aqil Alminawar MA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hafal-quran.jpg)