Berita Palembang
Kasus HIV/AIDS di Sumsel Tahun 2025 Menurun Jadi 907 Orang, Palembang Masih Tertinggi
Jumlah kasus baru Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 907 orang.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Kasus HIV/AIDS di Sumsel sepanjang 2025 tercatat 907 orang, menurun dibandingkan 992 kasus pada 2024
- Palembang menjadi daerah dengan kasus terbanyak, mencapai 451 orang
- Tren kasus sempat naik sejak 2021 dan mulai menurun di 2025, Dinkes Sumsel dorong pencegahan dan deteksi dini
SRIPOKU.COM- Jumlah kasus baru Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 907 orang.
Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 992 kasus, meski secara umum tren kasus masih tergolong tinggi dalam lima tahun terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan dari total 907 kasus baru tersebut terdiri dari 609 orang terinfeksi HIV dan 298 orang telah memasuki fase AIDS.
“Total kasus baru HIV/AIDS sepanjang 2025 di Sumsel mencapai 907 orang. Mereka yang terinfeksi HIV ada 609 orang dan AIDS 298 orang,” ujar Ira saat ditemui, Rabu (21/1/2026).
Ira menjelaskan, meski terjadi penurunan pada 2025, jumlah kasus HIV/AIDS di Sumsel sebelumnya menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2021, kasus baru HIV/AIDS tercatat hanya 321 orang.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 639 kasus pada 2022, naik lagi menjadi 846 kasus pada 2023, hingga mencapai 992 kasus pada 2024.
“Penurunan pada 2025 ini menjadi catatan penting, namun upaya pencegahan dan penanggulangan tetap harus diperkuat karena jumlah kasus masih cukup tinggi,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel, Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi sepanjang 2025. Di ibu kota provinsi ini tercatat 451 kasus, dengan rincian 335 orang terinfeksi HIV dan 116 orang AIDS.
Selain Palembang, daerah dengan jumlah kasus cukup tinggi lainnya adalah Kota Lubuklinggau sebanyak 75 kasus (46 HIV dan 29 AIDS), Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 64 kasus (44 HIV dan 20 AIDS), serta Kabupaten OKU Timur dengan 49 kasus (24 HIV dan 25 AIDS).
Selanjutnya, Kabupaten Muara Enim mencatat 44 kasus (23 HIV dan 21 AIDS), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 33 kasus (22 HIV dan 11 AIDS), dan Kota Prabumulih juga 33 kasus (19 HIV dan 14 AIDS).
Daerah lainnya antara lain Kabupaten Lahat dengan 31 kasus, Kabupaten Banyuasin 29 kasus, Musi Rawas 26 kasus, dan Kabupaten OKU 21 kasus.
Sementara itu, beberapa daerah mencatat jumlah kasus relatif lebih rendah. Kabupaten Empat Lawang tercatat 15 kasus, Kabupaten Ogan Ilir 12 kasus, Kabupaten OKU Selatan 8 kasus, Kabupaten PALI 7 kasus, Kota Pagar Alam 6 kasus, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi daerah dengan kasus paling sedikit yakni 3 orang.
Ira menegaskan, Dinas Kesehatan Sumsel terus mengintensifkan upaya pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi masyarakat, pemeriksaan dan deteksi dini, serta pendampingan pengobatan bagi ODHA.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.
“ODHA tetap bisa hidup sehat dan produktif dengan pengobatan yang rutin. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting agar mereka mau berobat dan tidak takut memeriksakan diri,” pungkasnya.
| Sikapi Kenaikan BBM dan Pelemahan Rupiah, BEM Nusantara Sumsel Gelar Konsolidasi Akbar Besok Malam |
|
|---|
| Promo Pameran Buku Internasional di PTC, Beli 4 Buku Gratis 1 Buku Internasional |
|
|---|
| Rupiah Melemah dan BBM Naik, Pengamat Ekonomi dari Sumsel Ini Sebut Daya Beli Masyarakat Tertekan |
|
|---|
| Ditipu Agen Travel, Satu Keluarga di Palembang Gagal Umrah dan Rugi Rp 90 Juta |
|
|---|
| Alasan Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Perkuat Nilai Tukar Rupiah Tarik Investasi Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/HIV-AIDS-Banyuasin.jpg)