Penderita Miom Tubuhnya Akan Menunjukkan 6 Gejala Ini! Awas Masih Banyak yang Tak Sadar

6 Gejala Miom yang Jarang Disadari Wanita, Berikut Jenis dan Penyebabnya!

Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Candra Okta Della
sripoku.com/anton
ilustrasi Gejala, penyebab dan cara mengobati Miom yang diderita wanita 

6 Gejala Miom yang Jarang Disadari Wanita, Berikut Jenis dan Penyebabnya!

SRIPOKU.COM - Sebagian wanita pernah memiliki miom dalam hidup mereka.

Dikutip dari Wikipedia, miom memiliki nama lengkap Mioma Uteri yang merupakan pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) namun tidak bersifat ganas.

Penyakit miom sendiri rata-rata dialami oleh wanita berusia di atas 35 tahun.

Asal mulanya penyakit miom ini berasal dari otot polos rahim.

Beberapa teori menyebut pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen.

Pada jaringan miom jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).

Rahasia Diklat Persib Cetak Pemain Berbakat Sehingga skuat U-16 dan U-19 Meraih Juara Kompetisi

Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Saat Terpuruk 5 Artis Ini Justru Digugat Cerai No 3 Baru Sadar dari Koma!

Sering kali tumor jinak rahim ke arah rongga ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim.

Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor.

Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih.

Dikutip dari web resmi Alo Dokter, meskipun banyak wanita yang memiliki miom, namun tak sedikit wanita yang tak menyadarinya.

Ilustrasi Wanita Hamil
Ilustrasi Wanita Hamil (Google)

Nah inilah gejala-gejala yang muncul akibat adanya miom :

1. Masa menstruasi menyakitkan atau berlebih.

2.Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.

3. Rasa tidak nyaman, bahkan sakit, saat berhubungan seksual.

4. Sering buang air kecil.

5. Mengalami konstipasi (sembelit).

6. Keguguran, mengalami kemandulan, atau bermasalah pada masa kehamilan (sangat jarang terjadi).

Ukuran miom sangat bervariasi, ada yang sekecil biji dan ada juga yang berukuran besar hingga mengakibatkan rahim membesar.

Dalam satu periode, miom yang muncul mungkin hanya satu, namun bisa juga muncul beberapa secara sekaligus.

Opick Menikah Lagi, Ini Sederet Fakta Bebi Silvana, Janda Kaya Raya yang Pisah dari Anak Kandung

Maia Estianty Hamil, Mulan Justru Tak Bisa Lagi, Begini Respon Ahmad Dhani, Kebanyakan Operasi!

Pemain-pemain yang Batal ke Persib Bandung untuk Liga 1 Musim 2019

Jenis miom

Jenis miom yang ada dibedakan berdasarkan lokasi tumbuhnya miom, terbagi seperti berikut ini:

1. Fibroid intramural.

Miom jenis ini tumbuh di antara jaringan otot rahim. Lokasi ini merupakan tempat yang paling umum terbentuknya miom.

2. Fibroid subserous.

Miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim, ke rongga panggul. Jenis ini bisa tumbuh menjadi sangat besar.

3. Fibroid submucous.

Miom ini tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim. Jika sampai tumbuh, miom ini bisa menyebabkan pendarahan parah saat menstruasi dan komplikasi serius lainnya.

4. Fibroid pedunculated.

Miom jenis ini tumbuh di batang kecil di dalam atau di luar rahim.

Penyebab Munculnya Miom

Hingga kini, penyebab kemunculan miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium).

Biasanya miom muncul pada usia sekitar 16-50 tahun, saat kadar estrogen dalam diri wanita sedang tinggi-tinggnya.
Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita memiliki miom pada usia yang sama, yaitu di antara usia 30-50 tahun.

Miom lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas.
Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat.
Selain itu, faktor keturunan juga berperan dalam kasus miom. Wanita dengan ibu dan saudara perempuan yang pernah mendapatkan miom akan cenderung memiliki miom.

Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom adalah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Risiko seorang wanita mengalami miom akan menurun setelah melahirkan anak. Risiko itu akan semakin kecil jika memiliki lebih banyak anak.

===

Baru Nikah 4 Bulan, Kartika Putri Sebut Sifat Habib Usman Berubah Tak Seperti Dulu, Ini Pengakuannya

Wiranto Sebut Pelaku Perusakan Atribut Ulah Oknum PDIP dan Demokrat, SBY : Maaf Saya Beda Pendapat

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved