Berita Palembang
Palembang Krisis Guru, Diknas Perbolehkan Guru Ngajar Dua Mata Pelajaran
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mencari jalan keluar atas krisisnya jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mencari jalan keluar atas krisisnya jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di beberapa jenjang sekolah.
Terlebih pembukaan CPNS beberapa waktu lalu belum menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan guru PNS.
Maka itulah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengusulkan agar setiap guru bisa mengajar lebih dari dua mata pelajaran (mapel).
• Jose Mourinho Resmi Tinggalkan Manchester United, Siapa Kandidat Calon Penggantinya?
• Razia Lapas Kelas IIB Muaraenim Petugas Temukan Wifi dan Puluhan Smartphone
• Dipecat Manchester United Jose Mourinho Malah Terima Rp441 Miliar
Ini dilakukan agar efisensi jumlah guru tercapai. Tentu saja dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik ini, Kemendikbud akan menyekolahkan kembali guru-guru yang hanya menguasai satu bidang pelajaran.
Terutama untuk daerah-daerah yang sangat membutuhkan.
Terkait hal ini, ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan boleh-boleh saja. Karena memang dulu banyak guru yang memegang dua mapel.
• Istrinya Tidak Juga Pulang. Dani Sempat Ditelpon Oknum Tak di Kenal, Minta Uang Tebusan Rp 25 juta
• Herman Deru Jadi Inspirasi Bagi Siswa Taruna Nusantara
• Bendera Merah Putih Sobek di Halaman DPRD Palembang Tetap Berkibar
"Kecuali untuk guru SD yang memang pegang seluruh pelajaran. Tapi untuk guru SMP dan SMA harus ada penyesuaian, kalau bisa mapel yang dipegang memang kompeten dan sesuai dengan kualifikasi pendidikannya," ujarnya Selasa (18/12/2018).
Ia mencontohkan guru IPS di SMP, selain mengajar Geografi juga bisa mencakup mapel Sejarah. Atau guru IPA yang bisa mengajar Fisika sekaligus Kimia. "Tapi tetap saja ada sinkronisasi bila seorang guru mengajarkan dua mapel ini dalam penghitungan sertifikasi harus dimasukkan," jelasnya.
Terlepas dari itu, Zulinto menambahkan pemerintah jangan menjadikan alasan hanya karena guru mengajar dua mapel sekaligus sampai tidak menerima guru lainnya. Karena provinsi Sumsel sangat membutuhkan banyak guru saat ini. "Ini hanya solusi sementara, untuk mengatasi krisis guru. Karena untuk menguasai dua bidang sekaligus artinya harus kuliah lagi. Tidak kebanyakan guru yang sanggup seperti itu," tegasnya.
• Bendera Merah Putih Sobek di Halaman DPRD Palembang Tetap Berkibar
• Ketua Dekranasda Sumbar Akui, Cantiknya Kain Songket Palembang
• Daftar Pemain Sriwijaya FC Habis Kontrak Desember Kemanakah Mereka? Ada 5 Klub Mengincar
Sementara itu, beberapa waktu lalu Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan apabila satu guru dapat menguasai dua mata pelajaran, keahliannya tersebut dapat digunakan ketika sekolah memerlukan mata pelajaran tambahan. Jadi setiap guru minimum punya dua kemampuan mengajar sehingga mereka jadi linier.
Mengenai sertifikat bidang keilmuan yang diajarkan, Muhadjir mengatakan tidak perlu khawatir karena kemampuan calon guru atau guru tersebut akan tetap diakui. Kalau nanti mengajar dua mata pelajaran, itu diakui semua, karena sertifikat pendidiknya atau ijazahnya dinyatakan yang bersangkutan punya kemahiran mengajar di dua bidang tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kadisdikpora-palembang-ahmad-zulinto-spd-mm_20150921_154218.jpg)