Galian Pipa Hitam di Simpang Parameswara Bahayakan Pungguna Jalan

Pipa besar berwarna hitam yang berukuran diamater berkisar 60 meter centimeter, tertanam di parit atau saluran air Jalan Demang Lebar Daun Palembang

Galian Pipa Hitam di Simpang Parameswara Bahayakan Pungguna Jalan
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Pipa besar berwarna hitam yang berukuran diamater berkisar 60 centimeter, tertanam di parit atau saluran air Jalan Demang Lebar Daun Palembang, tepatnya di simpang Parameswara Palembang, Kamis (13/12/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pipa besar berwarna hitam yang berukuran diamater berkisar 60 centimeter, tertanam di parit atau saluran air Jalan Demang Lebar Daun Palembang, tepatnya di simpang Parameswara Palembang.

Pantauan Sripoku.com Kamis (13/12/2018), galian pipa besar yang berada di sepanjang jalan itu tampak dibiarkan.  Bahkan beberapa ruas jalan yang sudah digali, dibiarkan begitu saja. Sehingga pipa ukuran besar warna hitam itu tidak tertutup dan dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.

Tak hanya itu, saluran air dan trotoar yang terkena dampak galian jaringan pipa itu. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pejalan kaki, namun juga dipastikan akan menyebabkan saluran air tidak berfungsi dengan baik.

Sisa Galian Tutupi Permukaan Aspal

Galian Jaringan gas jangan Ganggu Lalin

Galian Tepi Jalan Perparah Macet

Kabag Humas Pemerintah Kota Palembang Amiruddin Sandy mengatakan, pipa itu adalah saluran air sementara yang dipasang selama pembangunan kolam retensi di dekat lokasi.

“Itu bukan pipa gas, tetapi pipa saluran air kolam retensi yang ada di perumahan Brimob, hanya sementara waktu saja,” Jelasnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Ariyanto salah seorang satpam di Jalan Demang Lebar Daun mengatakan, dulu untuk menggali tanah agar pipa ini bisa masuk ke bawah memakai eskavator, dan dikira untuk kedalamannya sekitar dua meter dalamnya.

“Ini kalau hujan deras banjir, soalnya saluran air terganggu oleh pipa ini,” ujarnya.

Takutnya, kedepan nanti kotoran-kotoran yang ada di parit menggumpal dan menjadi sebuah masalah baru. Terlebih pipa gas itu sangat menyumbat arus yang air di dalam parit.

“Ini gimana ya, kalau sesuai peraturan kayaknya kurang pas,” ujarnya

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved