Berita Daerah Muara Dua

Dampak Debu Bangunan Jalan, Kesehatan Ribuan Penduduk di 4 Desa Terancam

Sedikitnya ribuan penduduk di empat Desa terkena dampak buruk material debu pembangunan jalan cor beton di Kecamatan Runjung Agung Kabupaten

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Warga bergotong royong menyapu debu yang mengedap di jalan cir beton.Senin (21/10/2018) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Sedikitnya ribuan penduduk di empat Desa terkena dampak buruk material debu pembangunan jalan cor beton di Kecamatan Runjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Tidak hanya itu, tercatat setelah lebih kurang 4 bulan kepulan debu yang terdapat dijalan depan lingkungan rumah warga, mengakibatkan sedikitnya puluhan warga yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa mengalami demam seperti gangguan pernafasan sesak nafas dan batuk.

Debu diduga kuat akibat buruknya pembangunan jalan cor beton dengan pagu 24 Milyar rupiah, yang mengakibatkan material pasir bangunan yang menjadi kepulan debu terjadi di sepanjang jalan 8 KM di empat Desa meliputi Desa Gedung Wani, Sura, Merpang dan Desa Karang Endah Kecamatan Runjung Agung.

Pantauan dilokasi, Senin (21/10/2018), cor bangunan telah mengelupas yang menghasilkan debu berterbangan kelingkungan rumah warga. Akibatnya warga terpaksa menutup setiap pintu rumah dan jendela agar tidak dimasuki debu material bangunan.

Selain itu pengendara yang melintas terpaksa menggunakan masler dan menutup jendela kendaraan agar tidak kemasukan debu.

Salah seorang warga Desa Gedung Wani, Tri mengira kalau sebelumnya kepulan debu disebabkan dari perbaikan jalan, namun semakin hari semakin memburuk.
"Awalnya kami kira debu dari tanah perbaikan jalan, ternyata setelah dicor semua debu makin banyak dan jalan yang dicor batu kerikilnya nampak keluar,"ujarnya Senin (21/10/2018).

Untuk mengurangi debu yang menimbulkan penyakit tersebut warga setempat terpaksa menyiram dengan air dan menyapu material yang berpotensi menjadi kepulan debu.

Salah seorang ahli kesehatan Dokter Fitria, yang kebetulan tinggal dilokasi mengatakan belakangan ini lebih dari puluhan warga berobat karena sakit batuk dan sesak nafas.

"Lebih dari puluhan warga yang sakit namun semuanya tidak terdata sebab ada juga yang berobat keluar daerah,"ujar Fitria.

Kepala Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Kabid Bina Marga Armada Sazuli, ST mengatakan karena hebohnya dimedsos keluhan warga mengenai debu material tersebut pembangunan terpaksa dihentikan untuk sementara waktu.

"Untuk sementara waktu pembangunan jalan cor dihentikan dulu, harus dilakukan penyiraman dengan air guna mengurangi debu material,"ujar Armada diKonfirmasi , Senin (21/10/2018).

Semetara pengawas pejabat pembuat komitmen (PPK) Idham mengatakan debu tersebut ditimbulkan dikarena kendaraan yang padat melintas sedangkan usia bangunan belum pada waktunya.

"Debu tersebut tidak semuanya dari bangunan jalan, ada juga karena pembangunan jalan siring disekitar bangunan,"ujarnya.

Dikatakannya, pembangunan jalan beton dengan panjang 8 Kilometer dan lebar 6 meter serta dengan tebal volume bangunan 20 cm telah mencapai 85 persen telah menuruti prosedur yang ada.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved