Sering Dikonsumsi, Betulkah Minuman Ini Penyebab Kanker Prostat? Inilah Penjelasannya

pria yang mengonsumsi susu lebih banyak berisiko mengalami kanker prostat dibanding mereka yang hanya meminum sedikit.

Editor: ewis herwis
Istimewa
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Kanker prostat merupakan salah satu penyakit yang ditakuti banyak pria.

Susu sapi pun kerap dikaitkan dengan kanker ini.

Benarkah meminum susu memang meningkatkan risiko kanker prostat?

Berikut penjelasannya menurut berbagai penelitian.

Baca: Gempa dan Tsunami Palu, Kisah Syaiful Yang Membolak Balikkan 200 Mayat Mencari Ibunya, Akhirnya Ia

Ilustrasi kanker prostat
Ilustrasi kanker prostat (newportalarea.blogspot.com)

Penelitian sejak tahun 1970 menyebut hubungan antara susu dengan meningkatnya risiko kanker prostat.

Dilansir dari Healthline, pria yang mengonsumsi susu lebih banyak berisiko mengalami kanker prostat dibanding mereka yang hanya meminum sedikit.

Baca: Dapat Menyebar ke Kelenjar Getah Bening, Hati, dan Paru-Paru, Berikut Tanda-Tanda Kanker Prostat

Studi pada tahun 1998 menyebut bahwa minum 2 gelas tiap harinya menimbulkan risiko yang tinggi.

Penelitian pada 2012 yang dipublikasikan oleh American Association for Cancer Research juga menyatakan bahwa pria yang menderita kanker prostat akan semakin parah bila mengonsumsi susu sapi.

Susu sapi murni dinyatakan memberikan risiko tertinggi dibanding susu rendah lemak.

Meskipun begitu, susu rendah lemak tetap menimbulkan risiko kanker ini.

Baca: Mudah, Murah dan Efektif, Begini Cara Merawat Tubuh Agar Selalu Cantik Setiap Hari

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Lalu bagaimana cara agar terhindar dari kanker prostat?

Kita bisa memulainya dengan mengubah pola makan.

Dilansir dari Healthline, sebaiknya para pria mencoba untuk mengurangi konsumsi produk susu sapi, seperti keju, susu murni, dan lainnya.

Baca: Jose Mourinho Segera Dipecat, Ini Sosok Penggantinya

Bila ingin meminum susu, kita dapat menggantinya dengan susu kedelai.

Selama ini, belum ada penelitian yang menyebut susu kedelai dapat meningkatkan risiko kanker.

Sumber: Nova
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved