Berita Palembang
Berita Palembang: Sumatera dan Jawa Berpotensi Diguncang Gempa Besar. Ini Kata BMKG Palembang
Sumsel dan Jakarta Berpotensi Diguncang Gempa Besar. Pulau Jawa sudah beberapa kali dilanda gempa berkekuatan lebih dari 7 SR.
Penulis: Reigan Riangga | Editor: Sudarwan
Berita Palembang: Sumatera dan Jawa Berpotensi Diguncang Gempa Besar. Ini BMKG Palembang
Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Musibah gempa yang disusul tsunami mengguncang Pulau Sulawesi Tengah tepatnya di wilayah Palu, Donggala, serta Mamuju berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) sepatutnya menjadi pengingat akan ancaman Sunda Megathrust yang posisinya tepat berada di bawah Pulau Jawa dan Sumatera.
Musibah tersebut dapat berdampak negatif khususnya Jakarta dan Sumsel serta Pulau Jawa dan Sumatera pada umumnya.
Pakar gempa Jaya Murjaya menjelaskan, gempa berasal dari zona kegempaan kosong atau seismic gap.
Ibu kota Republik Indonesia Jakarta dianggap berpotensi diguncang gempa besar dari megathrust, bahkan hingga lebih dari 8 Skala Richter (SR).
Pulau Jawa sudah beberapa kali dilanda gempa berkekuatan lebih dari 7 SR.
Menurut Jaya, semua wilayah tersebut masih berpotensi terjadi gempa yang besar.
"Jika disimulasikan untuk wilayah Jakarta, dengan kekuatan 8,7 SR akan berdampak pada guncangan dengan skala intensitas VI sampai VII MMI," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, Nandang menuturkan, saat ini belum ada alat pendeteksi alat gempa dan tsunami mendeteksi kapan terjadinya gempa bermagnitudo tinggi.
"Boleh saja para pakar berspekulasi demikian, itu hak mereka, tapi informasi resmi dari BMKG belum ada," ujarnya dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (3/10/2018).
Menurut Nandang, Pulau Jawa dan Sumatera bagian dari ring fire daerah Samudera Hindia yang memanjang pantai barat Sumatera sampai Selatan Pulau Jawa.
"Potensi gempa di Pulau Jawa dan Sematera selalu ada, tapi untuk mendeteksinya alat tersebut belum ada yang terbaru bahkan dibuat dari manusia," imbuhnya.
BMKG saat ini, kata dia terus memantau titik mana saja atau patahan lempeng tersebut hingga bisa menimbulkan getaran menggunakan alat dari BMKG.
Kepala BMKG pusat juga telah memberitahukan, bahwa Indonesia, tiap tahun ada terjadi 6000 gempa, namun skalanya bervariatif, mulai dari kategori kecil hingga bencana.
Lanjutnya, berdasarkan kurun waktu kejadian gempa Sumsel berpotensi terjadi gempa, kalau lempeng ring fire di Samudra hindia tersebut bergerak.
"Namun kalau untuk sekarang status Sumsel masih aman dari status kegempaan, namun kewaspadaan akan terjadi bencana harus selalu ditingkatkan, apalagi pasca terjadi," tuturnya.
===
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gempa-di-donggala_20180929_083141.jpg)