Tsunami di Palu
Tsunami di Palu: Curhat Mantan Kiper SFC Ferry Rotinsulu Lolos dari Maut dan Bertahan di Pengungsian
Tsunami di Palu, bagaimana Mantan Kiper SFC Ferry Rotinsulu Bertahan di Pengungsian, Usai Lolos dari Maut Gempa 7 SR
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Diakui Ferry, jika rumahnya kini sudah hancur tidak bersisa. Dia bersyukur bisa selamat dari bencana ini."Rumah retak, dalamnya hancur gak berbisa. Rumah keluarga yang lain juga hancur semua," jelas Ferry.
Seperti diketahui, ketika Tsunami di Palu berlangsung, setelah terjadi dua kali Gempa baik di Palu maupun di Donggala Sulteng, saat gempa kiper Legendaris Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu lagi berada di Palu, maklum dia tengah berduka setelah sang ibunda berpulang.
Ferry memang tengah berada di di Palu karena baru memperingati kepergian sang ibunda, yang berpulang pada 21 September lalu.
Maka itu, hingga Gempa 7,7 SR di Palu dan Donggala berlangsung, dan disusul oleh Tsunami, Ferry yang berada di kota Palu memang belum diketahui kabarnya.
Bahkan, sahabat dan kelaurga dekatnya terutama di Palembang penasaran karena sang kiper Legendaris itu belum diketahui kabarnya.
Namun, setelah lebih dari satu hari tidak diketahui kondisi terakhir dari Ferry dan keluarga, ternyata pria yang akrab dengan nama FR12 ini dalam kondisi selamat.
Kepada Sripoku.com, Ferry pun mengakui, jika dia ikut merasakan gempa yang terjadi di Sulawesi, Jumat (28/9/2018) kemarin.
Namun dia bersyukur selamat dan mengimbau agar rekan-rekannya di Palembang maupun di Lampung Sakti tempatnya melatih jangan khawatir. Dia dan keluarganya dalam kondisi selamat.
"Alhamdulillah saya bisa selamat, kalau ingat kejadian semalam udah gak tau lagi, pasrah," ucap Ferry Rotinsulu.
===
Sebab dan Kronologi Terjadinya Gempa dan Tsunami di Palu
Tsunami di Palu terjadi karena ada dua pemicunya sehingga membuat tsunami besar menimpa Palu Donggal Sulteng. Ada beberapa kronoligis hingga menelan ratusan korban.
Tsunami di Palu memang sangat mengejutkan dan menggemparkan, karena bencana itu merupakan susulan Gempa 7,7 SR, menariknya terjangan Tsunami di Palu itu terjadi setelah 30 menit peringatan dini Tsunami dicabut.
Ada dua sebab mengapa tsunami di Palu bisa terjadi. Dilansir dari kompas.com, berdasarkan keteranganresmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa ini adalah gempa yang dangkal akibat jalur sesar Palu Koro yang dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan struktur sesar mendatar miring, dan gempa ini berpotensi memicu tsunami.
Tetapi mengapa dampaknya sangat besar dan menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak?
BNPB mengungkap jika jika tsunami di Palu, Sulawesi Tengah itu, dipicu longsoran sedimen di dasar laut.