Tsunami di Palu

Tsunami di Palu: Curhat Mantan Kiper SFC Ferry Rotinsulu Lolos dari Maut dan Bertahan di Pengungsian

Tsunami di Palu, bagaimana Mantan Kiper SFC Ferry Rotinsulu Bertahan di Pengungsian, Usai Lolos dari Maut Gempa 7 SR

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma

SRIPOKU.COM-Lolos dari maut Tsunami di Palu dan Gempa Donggala dengan kekuatan 7 RS Jumat (28/9/2018) sore tersebut,  kini Ferry Rotinsulu melewatkan hari-harinya di Pengusian bersama kerabat dan keluarganya. Ferry pun sempat curhat lewat sahabat dekatnya yang kerap disebut kembarannya Rasyid Irfandi.

Ferry mengabarkan bahwa, dia kini baik-baik saja. Namun sempat mengaku, ternyata sangat mengerikan kejadian yang dia lewatkan. Boleh dikatakan, Ferry baru saja lolos dari maut tsunami di palu, yang nyaris merenggutnya.

"Begini ternyata rasanya kalau kena gempa dan tsunami," ujar Ferry seperti capture oleh sehabatnya di akun facebook, Rasyid Irfandi alais Pedoo.

Klik videonya=====

Seperti diketahui, gempa Donggala dan Palu yang terjadi dua kali itu kemudian diiringi 3 kali gempa kecil susulan, Jumat sore, selang 30 menit kemudian terjadilah Tsunami di Palu.

Pasca tsunami di Palu itulah, para rekan-rekan Ferry yang ada di Palembang kemudian mencari kabar tentang keberadaannya, karena dia memang berada di Palu saat peristiwa mengerikan itu berlangsung.

Tsunami di Palu:Begini Kondisi Terakhir dari Ferry Rotinsulu, dia selamat dan masih berada di Palu
Tsunami di Palu:Begini Kondisi Terakhir dari Ferry Rotinsulu, dia selamat dan masih berada di Palu (Istimewa)

===

Terkurung di Kamar Mandi dan Pasrah

Mantan kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu mengakui, ketika Tsunami di Palu berlangsung, Jumat (28/9/2019) sore berlangsung dia tengah berada di rumahnya di Palu, bersama keluarganya. Maklum Ferry baru saja berkabung setelah kepungalan ibunya, 21 September lalu.

Saat itu menurut dia, baru sore hari dan semua keluarga masih berkumpul. Bahkan, saat itu dia tengah mandi dan berada di kamar mandi. Saat Gempa berlangsung terjadi goncangan kuat dan tiba-tiba terdengar bunyi berdera, ternyata dinding kamar mandi dan rumahnya di Palu retak.

Gempa berlangsung beberapa menit itu membuatnya pasrah karena Ferry mengaku saat itu dia tengah terkurung dan tidak bisa keluar.

"Saat gempa terjadi saya sedang mandi, tahunya ada gempa, lampu langsung mati, saya pun terkurung di kamar mandi," ujar Ferry Rotinsulu.

Diakuinya, ketika dindang retak, dan kamar mandi berbunyi berderak, dia sudah pasrah dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi."Saya hanya bisa pasrah waktu itu," jelasnya.

Rumah Hancur tak Bersisa

Kini Ferry dan keluarga mengaku tengah berada di tempat pengungsian.

Sumber:
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved