HIV Menular Lewat Peralatan Facial, Klinik yang Tidak Kredibel Rawan Jadi Sarana Penularan Virus

Pengalaman itu diceritakan follower aktivis kesehatan Andrea Gunawan, yang populer dengan nama akun media sosialnya

HIV Menular Lewat Peralatan Facial, Klinik yang Tidak Kredibel Rawan Jadi Sarana Penularan Virus
penyakithivaids.com
Hivaids. 

"Virus hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup seperti cairan tubuh, terutama darah," kata dokter yang biasa disapa Sisca ini.

"Tingkat virulensi atau daya juang hidup virus HIV sebenarnya rendah, tidak sekuat virus hepatitis," paparnya.

Meski begitu, Sisca tetap memberikan tips dan mengimbau masyarakat untuk memilih salon facial yang menjalankan prosedur sterilisasi.

Di sisi lain, menurut akun Twitter kedokteran @docturnal_, kondisi lingkungan tertentu dapat mendukung virus untuk bertahan hidup.

"Virus butuh media tertentu sebagai inang dan kondisi lingkungan tertentu untuk bisa hidup, seperti suhu, tingkat keasaman dll.

Untuk menular dan menjangkiti orang lain melalui alat yg terkontaminasi viruspun harus melalui barrier tubuh terluar (kulit) misalnya ada luka," tulisnya, Minggu (23/9/2018).

Sebelumnya Andrea telah memberikan solusi ARV sebagai obat untuk HIV kepada para follower-nya yang terserang virus ini.

""HIV itu lebih berat di stigmanya, bukan di virusnya," ujar dr. Zinnita Mutalib, Puskesmas Kecamatan Senen, pas gue interview kemarin.

Yalah wong ada obatnya. Selama HIV belum jadi AIDS, harapan hidup panjang layaknya orang yang gak hidup berdampingan dengan HIV," tulis Andrea.

Namun, yang sebenarnya ingin ia sampaikan yakni agar masyarakat rutin melakukan cek kesehatan.

"What I'm trying to say is sebaiknya kita paham cara penularan virus HIV supaya lebih bisa jaga diri, dan juga nggak takut untuk rutin ngecek apalagi kalau melakukan perilaku seksual berisiko, ungkap Andrea.

Tags
HIV
Dokter
Editor: Adrian Yunus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved