Tanpa Anda Sadari, 5 Peralatan Sekolah ini Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Anak Lho!
penelitian terbaru yang diterbitkan oleh U.S Public Interest Research Group menunjukkan bahaya dari peralatan sekolah.
"Jika Anda tidak melihat keterangan ini, periksa kata-kata 'sertifikat produk anak-anak', yang menunjukkan produk tersebut telah lulus pengujian pihak ketiga untuk standar keamanan."
Bila Moms tidak ingin repot memeriksa produk, ia menyarankan krayon yang terbuat dari 100% lilin lebah murni dan alami dan tidak beracun.
Baca: Jika Anda Kurang Tidur, Sebaiknya Hindari Melakukan 10 Hal Ini, Berikut Penjelasannya
3. Botol air
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1657274/original/054438000_1500876857-Bolehkah-Botol-Air-Minum-Kemasan-Dipakai-Ulang.jpg)
Bahaya dari timah dapat menimbulkan masalah perkembangan, anemia, dan efek kardiovaskular, yang merupakan unsur logam yang masih ditemukan di botol air.
Morgan mendesak orangtua untuk menghindari membeli botol air yang dapat digunakan kembali untuk anak-anak.
Terutaman yang mengandung phthalates atau bisphenol-A (BPA), karena ini juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.
4. Tas ransel

Marilee menyarankan orangtua untuk menghindari pembelian produk tas yang mengandung vinil atau Polyvinyl chloride (PVC) pada label atau nomor daur ulang '3'.
"Tas punggung mengilap umumnya terbuat dari vinil dan mungkin mengandung PVC, timah, dan tingkat phthalates yang tinggi," jelasnya.
"Phthalates berhubungan dengan asma, gangguan metabolisme seperti diabetes dan obesitas, gangguan endokrin, dan banyak lagi."
Ia merekomendasikan memilih merek yang terbuat dari serat alami seperti katun, linen, rami, atau kanvas atau serat sintetis seperti nilon dan poliester.
5. Kotak makan siang plastik

Banyak kotak makan siang plastik, bahkan yang khusus dirancang untuk anak-anak, terbuat dari plastik vinil yang mengandung ftalat.
"Kelompok bahan kimia ini meningkatkan fleksibilitas plastik untuk kemudahan pembuatan.
Tetapi juga telah dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan, termasuk asma, IQ rendah, perubahan perkembangan reproduksi, dan diabetes," kata Morgan.