Berita Palembang

Mainan Fenomenal Khas 17an di Palembang, Ada Perahu Hias Hingga Kendaraan Pejuang

Tidak hanya perahu hias, para pembeli juga bisa menemukan replika mainan lainnya, seperti replika kapal sungai musi, becak motor,

Dok. SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Miniatur kapal dan Telok Abang mulai ramaikan jalan protokol di Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang HUT RI ke-73, Kota Palembang dihiasi pernak-pernik mainan khas Bumi Sriwijaya, misalnya saja perahu hias.

Di Jalan Merdeka tepatnya di depan Kantor Walikota Palembang perahu hias ini banyak ditemui.

Replika perahu hias yang menggunakan bahan-bahan bekas seperti, karton bekas, gabus dan kayu bekas olahan bangunan yang didaur ulang ini memiliki nilai jual.

Baca: Dikukuhkan Jadi Anggota Paskibraka 2018, Perempuan Ini Banggakan Orangtuanya Di Kampung

Buktinya mainan ini banyak yang memburunya saat mendekati HUT Kemerdekaan RI. 

Inisiatif untuk menjual mainan replika sendiri sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka dalam menyambut hari kemerdekaan.

Tidak hanya perahu hias, para pembeli juga bisa menemukan replika mainan lainnya, seperti replika kapal sungai musi, becak motor, Jembatan Ampera dan replika kendaraan yang digunakan saat perjuangan.

Baca: Jamin Keamanan di Areal JSC, Siapapun yang Masuk Lewati Mesin X-Ray

Mendekati hari kemerdekaan para penjual mendapat keuntungan sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu per hari.

Amin salah satu penjual mainan khas 17 Agustus yang berada di dekat sungai Sekanak mengatakan, menjual mainan ini hanya saat mendekati hari kemerdekaan saja, kalau sehari-hari hanya berdagang membuka warung kaki lima.

"Kita Jualan saat bulan Agustus pertengahan, sampai besok itu pada jualan mainan replika karena ini mainan yang ada hanya saat menjelang 17 Agustus aja," Jelasnya saat di wawancarai, Kamis (16/8).

Baca: Jusuf Kalla Digadang Tim Kampanye Jokowi-Maruf. Golkar Sumsel Masih Tunggu Instruksi

Lanjutnya lagi, beberapa tahun kebelakang menjual mainan 17 Agustus ini sudah tidak ramai seperti dahulu, pasalnya masyarakat sudah kurang minatnya untuk permaian tradisional seperti ini.

"Mungkin pergeseran zaman yang membuat mainan tradisional seperti ini kurang diminati, sekarang sudah sepi anak-anak kecil jarang beli mainan seperti ini, tapi apa boleh buat kita tetap memperkenalkan mereka mainan seperti ini,"ujarnya.

Baca: Yansuri: Jangan Coba-Coba Buat Kerok Hasil Pilgub Sumsel Terpilih

Sementara itu, Dara seorang pembeli mainan tradisonal 17 Agustus mengungkapkan bahwa ia membelikan mainan ini untuk anaknya, pasalnya sudah beberapa hari anaknya merengek untuk minta di belikan kapal-kapalan.

"Saya juga membelikan ini agar ia ingat saat kecil pernah beli mainan seperti ini, dan juga saya ceritakan kalau dahulu mainan ini sangat favorit," Jelasnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved