Breaking News

7 Novel Indonesia Terpopuler Sepanjang Sejarah, Karya Hamka Paling Diminati

Meski minat baca buku khusus litertasi maasih rendah, ternyata sejumlah novel karya penulis Indonesia justru banyak diminati di luar negeri

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Salman Rasyidin
ist
Laskar Pelangi - Andrea Hirata 

Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Dalam novel ini,

Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa.

Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832).

Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal Van der Wijckterus mengalami cetak ulang sampai sekarang.

Novel ini juga diterbitkan dalambahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.

2. Laskar Pelangi - Andrea Hirata

novel7

Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan olehBentang Pustaka pada tahun 2005.

Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.

Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov.

Buku ini tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah. Laskar Pelangi hingga kini telah diterbitkan lebih dari 24 Penerbit dunia.

1. Tetralogi Pulau Buru - Pramoedya Ananta Toer

novel8
novel8 ()

Biasa dipanggil Pram, dialah tokoh besar yang menghabiskan waktu dalam masa pengasingan di Pulau Buru untuk menulis Tetralogi Novel mulai dari Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. terbit dari tahun 1980 hingga 1988 dan kemudian dilarang peredarannya oleh Jaksa Agung Indonesia selama beberapa masa, karena dianggap mengandung paham Marxisme atau mazhabnya aliran PKI.

Di luar negeri, Tetralogi Buru diterbitkan dengan nama The Buru Quartet.

Penerjemah Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa ke dalam bahasa Inggris, Max Lane, yang sejak April 1980 bertugas sebagai pegawai di KedubesAustralia di Jakarta, harus dikembalikan ke negaranya pada September 1981 karena menerjemahkan kedua buku tersebut.

Karya itu diterjemahkan ke bahasa Rusia pada tahun 1986 oleh E. Rudenko dengan kata pengantar oleh V. Sikorsky (judulnya "Mir Chelovechesky") dan diterbitkan oleh badan penerbit "Progress".

Demikian profil singkat dari 7 Buku Indonesia Terpopuler sepanjang sejarah beserta penulisnya dan ke depan, akan lahir lagi Penulis - Penulis besar Indonesia yang terus mengharumkan nama Bangsa melalui karyanya di kancah Internasional.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved