Asian Games 2018

Penerjun Ini Ungkap Tantangan Berat Bawa Api Abadi Asian Games 2018 dari Ketinggian 7.000 Feet

Jebolan AkaBRI Angkatan Udara Tahun 2000 ini tampak puas usai berhasil menunaikan tugasnya membawa turun Tinder Box

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/REIGAN PRIANGGA
Salah satu penerjun yang membawa Api Obor Asian Games 2018 Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas Letkol Pasukan Helmi Ardianto Nange S.E., M.M. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rasa bangga memenuhi dada Letkol Pasukan Helmi Ardianto Nange S.E., M.M. Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas ini ditunjuk menjadi pembawa Tinder Box, berisi Api Abadi Asian Games 2018 bersama 51 personel Paskhas lainnya.

Jebolan AkaBRI Angkatan Udara Tahun 2000 ini tampak puas usai berhasil menunaikan tugasnya membawa turun Tinder Box dari ketinggian 7.000 feet, ke Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang Sabtu (4/7/2018).

Baca: Jasad Bandit Kelas Kakap Bertato dan Jimat Kulit Harimau, Baru Ditemukan 2 Hari Setelah Ditembak

Kepada Sripoku.com, pria kelahiran Kupang, 1978 silam ini ungkap mengapa dirinya bangga saat ditunjuk oleh Mabes Angkatan Udara.

"Pertama juga kaget dan bahagia karena dipercaya. Ini bisa dikatakan pertama kali di dunia membawa terjun obor dari pesawat," tuturnya.

Apalagi, ia sempat minder karena banyak penerjun yang lebih senior dari dirinya.

Namun karena ia dipercaya, maka mau tak mau harus mengemban amanah hingga selesai.

Baca: Bawa Vinder Asian Games 2018 Mendarat Mulus dari Ketinggian 7000 Feet, 52 Penerjun Diserbu Warga

Pasukan Helmi Ardianto Nange mengaku sempat takut bercampur stres saat ditunjuk.

Namun hal tersebut dianggap manusiawi agar lebih berhati-hati.

"Kalau stres, takut, harus. Karena kalau tidak stres, berarti itu sudah ga wajar. Jadi ketakutan itu yang membuat kita lebih alert (Waspada)," ungkapnya.

Tantangan terberatnya yaitu bagaimana menaklukkan angin kencang di atas stadion tersebut.

Baca: Kini Tengah Sakit Karena Leukimia, Video Shakira Aurum Joget India Saat Sehat Ini Buat Netter Gemes

Beruntung, pada saat penerjunan cuaca dan kekuatan angin bersahabat sehingga ke-52 personel Kopaskhas mampu mendarat dengan selamat.

Saat istri dan anak-anaknya tahu, mereka hanya bisa pasrah dan mendukung Nange untuk menyelesaikan tugas tersebut.

"Kita yang dari Paskhas memiliki kemampuan di Trimedia, khususnya di media udara, mereka tentu mereka ada (kekhawatiran). Tapi mereka pasrah, dan tentu tugas kita untuk melaksanakan itu," jelas ayah dari 2 anak ini.

Tantangan terberat dari Nange, menaklukkan angin yang cukup deras di atas ketinggian 7.000 feet di atas Stadion GSJ.

Baca: Berikut 8 Pramugari Cantik yang Menikah dengan Artis Terkenal. No 8 Dengan Pesulap Pak Tarno

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved