Berita Palembang

Provinsi Sumsel Masuk Prioritas Perhatian Siaga Karhutla, Jangan Sampai Lengah

Provinsi Sumatera Selatan masuk dalam daftar prioritas perhatian untuk siaga kebakaran hutan dan lahan (Karharhutla) oleh BNPB RI.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kepala BNPB RI, Willem Rampangilei 

Laporan wartawan sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM,PALEMBANG -- Provinsi Sumatera Selatan masuk dalam daftar prioritas perhatian untuk siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) RI.

Mengingat Sumsel sendiri akan menjadi tuan rumah even berskala internasional, Asian Games ke-18. Bahkan Kepala BNPB RI, Willem Rampangilei meminta agar jangan sampai lengah sedikitpun.

"Saya minta semua jangan sampai lengah dan fokus berkerjasama, bantuan logistik maupun armada akan ditambah untuk siaga," ujarnya usai melakukan peninjauan di Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (20/7/2018).

Willem menjelaskan pihaknya menyiagakan 10 Helikopter untuk mencegah bencana Karhutla di Sumatera Selatan mulai awal Agustus nanti.

"Untuk saat ini sudah ada lima dan yang sudah beroperasi tiga helikopter. Sampai akhir Juli nanti ada enam helikopter dan awal Agustus di minggu pertama ada 10 helikopter," ujarnya.

Selain itu, yang menjadi fokus saat ini adalah untuk menjamin tidak terjadi kebakaran, terutama yang menimbulkan bencana asap.

Oleh karena itu, pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi bagaimana mengintensifkan lagi sosialisasi, patroli, pemadaman awal dan pemantauan awal Hotspot dan modifikasi cuaca sebagai upaya meningkatkan antisipasi kebakaran.

"Kita tahu beberapa hari lalu terjadi kebakaran lahan dan situasinya sudah dapat dipadamkan, namun karena ini terjadi diatas lahan gambut maka akan tetap mengenangi air. Sehingga diyakinkan betul tidak ada api yang ada di bawah permukaan. Luasnya sedang kita hitung, termasuk lokasinya dan status kepemilikannya akan ditindak lanjuti," jelasnya.

Namun, Berdasarkan keterangan yang diterima kebakaran terjadi, di pinggiran dari lahan usaha sawit, tetapi dimana persisnya masih akan dilakukan verifikasi.

Peningkatan antisipasi karhutla inipun, mengingat pada Agustus berdasarkan prediksi BMKG bahwa musim kemarau dimana suhu paling tinggi akan terjadi di sekitar Agustus hingga September.

"Tapi kami sudah sepakat mulai Juli sudah diantisipasi, siaga hingga November jikalau masih ditemukan titik api," ujarnya

Sementara itu, untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dilakukan paling lambat senin nanti sudah mengudara. Hal ini dilakukan setelah melihat kondisi awan dinilai cukup untuk dilakukan cloud seeding.

"Tujuan TMC untuk membuat hujan buatan dengan adanya hujan buatan lahan yang kering itu tak mudah terbakar, kedua bisa menurunkan temperatur. Semua ini kita laksanakan bersama BNPB dan BPPT," jelasnya.

TMC sendiri tidak dilakukan berdasarkan jumlah namun berdasarkan kebutuhan. Pertimbangan dilihat dari situasi cuaca itu sendiri, seperti temperatur saat ini yang cukup tinggi akan memicu lahan mudah terbakar dan kemudian soal ketersediaan awan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved