Berita Palembang

Deni Tewas Dibacok Secara Membabi Buta, Pelaku 11 Anak Remaja yang Membegalnya

Deni Setiawan meregang nyawa setelah dihabisi 11 orang kawanan begal yang masih remaja usai menenggak minuman keras.

Deni Tewas Dibacok Secara Membabi Buta, Pelaku 11 Anak Remaja yang Membegalnya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat mengintrogasi para pelaku begal masih remaja yang menewaskan korban Deni Setiawan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Kematian korban Deni Setiawan yang meregang nyawa setelah dihabisi kawanan begal beberapa waktu lalu, dilakukan rekonstruksi unit pidum Polresta Palembang, di halaman apel belakang
Polresta Palembang, Senin (16/7).

Dipimpin Kanit Pidum, Iptu Tohirin dalam rekonstrusi ini terhitung diperagakan 22 adegan dengan menghadirkan 11 tersangka yang sebagian besar berusia di bawah 17 tahun.

Dimana kejadian ini berawal saat 13 pelaku kumpul -kumpul disertai menenggak minuman keras (miras) di kolam petak Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni, Minggu (8/7) sekitar pukul 23.00.

Usai menegak minuman keras itulah muncul ide jahat dari tersangka R alias Wt (dalam pengejaran petugas) yang mengajak pelaku lain untuk melakukan aksi begal.

Dibawa pengaruh minuman miras, ide tersebut langsung diiyakan oleh para pelaku dengan menggunakan tiga buah sepeda motor dan membawa senjata tajam (sajam), mereka pun mencari mangsa.

Ketika melintas di Jalan Zurbi Bustam simpang lima Lebong Siarang Kelurahan Sukabangun Kecamatan Sukarame sekitar pukul 01.00, gerombolan begal ini berpapasan dengan korban dan kedua temannya
Saputra dan Erlangga yang juga mengendarai motor.

"Saat itulah kawanan ini beraksi dengan percobaan pembacokan pertama dilakukan tersangka Wt tapi tidak mengenai korban," ungkap Tohirin.

Barulah pembacokan kedua oleh tersangka Ag mengenai tangan korban Deni.

Belum puas, saat Ag kembali mengayungkan sajam dan kali ini mengenai kepala korban Deni hingga dia terjatuh.

Di adegan ke 13 korban Deni akhirnya meregang nyawa setelah dibacok berkali-kali oleh tersangka Wt
di bagian kepala, punggung dan kakinya hingga membuat korban saat itu tersungkur bersimbah darah.

Disusul dengan membacok korban Erlangga yang beruntung diselamatkan warga.

"Otak pelakunya diduga Wt mulai dari perencana aksi begal hingga yang melarikan motor korban. Sepeda motor korban oleh tersangka dijual kepada salah seorang penadah. Dan hanya berselang dua hari pasca kejadian, pada Rabu (11/7), akhinya 11 tersangka dari sekitar 17 pelaku," beber Tohirin.

Sementara, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengelar perkara mengatakan, untuk otak pelaki Wt bakal dikenakan melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengam ancaman maksimal hukuman mati dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas).

"Ini bukti keseriusan jajaran Polresta Palembang dalam menciptakan kondisi aman Kota Palembang jelang Asian Games," tegas Wahyu didampingi Wakasat Reskrim Polresta Palembang, AKP Satria Dwi Darma dan Kanit Pidum AKP Tohirin. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved