Makanan Dibungkus Aluminium Foil Berbahaya Bagi Kesehatan, Sebaiknya Dihindari

Bagi sebagian masyarakat yang biasa membakar ikan, memanggang sayur-sayuran atau mempersiapkan sepotong daging

Tayang:
Editor: Reigan Riangga
Net
Makanan yang dibungkus menggunakan Aluminium foil berbahaya bagi kesehatan. 

SRIPOKU.COM -- Bagi sebagian masyarakat yang biasa membakar ikan, memanggang sayur-sayuran atau mempersiapkan sepotong daging untuk di santap, sebaiknya menghindari dengan membungkus makanan menggunakan kertas aluminium foil.

Lantaran, ini kemungkinan sedikit yang menyadari, bahwa kertas aluminium ini akan meresap kedalam makanan, kemudian hal ini pula dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Berdasarkan Riset yang dilakukan dengan beberapa peneliti menyelidiki penggunaan aluminium untuk memasak dan mempersiapkan makanan.

Aluminium tidak saja tampak di kertas foil: bahan ini adalah material alat masak paling populer yang digunakan oleh orang-orang negara berkembang.

Wajan dan panci dilapisi aluminium dan bahan ini juga juga ditemukan dalam beberapa beberapa perabot dapur seperti sendok makan.

Tembaga dulu digunakan untuk peran ini, tapi seiring waktu bahan itu diganti dengan aluminium karena bahan ini lebih murah untuk diproduksi massal dan lebih mudah dibersihkan.

Tapi jika memasak makanan di dalam panci atau wajan, aluminium bukanlah sesuatu yang buruk, menempatkan makanan dalam foil dan menaruhnya dalam oven adalah masalah. Ini terutama dengan makanan yang asam dan pedas yang disiapkan pada suhu tinggi.

Aluminium dan kesehatan

Tubuh manusia dapat mengeluarkan sejumlah kecil aluminium dengan sangat efisien. Ini berarti bahwa paparan minimal aluminium bukanlah suatu masalah.

WHO telah menetapkan asupan harian yang aman adalah 40mg per kilogram berat badan per hari. Maka seseorang yang punya berat badan 60kg, asupan aluminium yang dizinkan sampai 2400mg.

Tapi mayoritas orang terpapar dan menelan jauh lebih banyak ketimbang asupan harian aman yang disarankan. Alumunium saat ini hadir di jagung, keju kuning, garam, bumbu-bumbu, rempah-rempah, dan teh.

Aluminium digunakan dalam perabot masak, seperti disebutkan di atas, juga dalam agen-agen farmakologi seperti antiasam dan antiperspirant.

Alumunium surfat, turunan aluminium, digunakan sebagai coagulant alias zat pengental dalam proses pemurnian air minum.

Para ilmuwan sedang meneliti apakah paparan aluminium yang berlebihan bisa menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Satu contoh, konsentrasi tinggi alumunium telah dideteksi di jaringan otak pasien penyakit Alzheimer.

Para saintis telah menguji komunitas orang-orang tua dengan Alzheimer dan berkesimpulan bahwa ini adalah satu penyakit modern yang disebabkan oleh kondisi kehidupan yang berubah terkait dengan industrialisasi masyarakat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved