Aplikasi Joget Usung Popularitas, Felix Siauw Khawatir & Singgung Soal 'Generasi Tanpa Rasa Malu'
Bocah-bocah baru beranjak dewasa, tapi sudah gila popularitas, meet and greet layaknya artis peraih oscar, lengkap dengan tiket berbayar
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
Tapi tak punya malu itu beda, bahkan mereka tidak merasa salah dan janggal atas hal yang mereka lakukan.
Bocah-bocah baru beranjak dewasa, tapi sudah gila popularitas, meet and greet layaknya artis peraih oscar, lengkap dengan tiket berbayar dengan fasilitas yang sangat memilukan.
Bayangkan masa depan seperti apa yang ingin dibangun?
Jangan dulu bicara agama, bahkan kaum paling sekuler saja, miris dengan keadaan generasi seperti ini.
Tidak lelakinya tidak wanitanya, harga diri, kehormatan dan kemuliaan sudah dilego, demi shares, likes dan comments.
Muser, tiktokers, apapun namanya, kini menggantikan manusia.
Mereka bilang melepas rasa malu itu adalah karya, mereka ucap bahwa menafikkan intelektualitas adalah penghargaan, dan berlaku bodoh sebagai trend dan kekinian.
Tak sepenuhnya mereka salah.
Mereka adalah generasi yang muncul karena mencontoh generasi lebih dulu yang tak tahu malu juga.
Para penjilat dan pecandu duniawi.
Mereka saksikan begitu mudah kalimat berubah, begitu mudah perilaku berganda, kemunafikan yang tak lagi terselubung.
Demi kekuasaan dan uang, apapun bisa dilakukan.
Labelnya partai Islam, lambangnya Islam, tapi tak tahu malu dengan menyalahkan SPBU atas naiknya harga, demi ganjaran dari junjungannya, kursi kekuasaan di masa depan.
Sorbannya menjulang, gelar-gelar ulama disematkan, tapi tak tahu malu mendukung penista agama dan partainya.
Melupakan Islam dan ummatnya, juga kehormatan dakwah.