6 Cara Meningkatkan Kualitas Pendengaran, Agar Tua Tetap Segar
Mungkin kita merasa saat ini pendengaran kita masih sehat dan bisa mendengarkan beberapa suara dengan jernih. Namun tahukah kalian,
SRIPOKU.COM - Mungkin kita merasa saat ini pendengaran kita masih sehat dan bisa mendengarkan beberapa suara dengan jernih.
Namun tahukah kalian, bahwa kualitas pendengaran kita akan segera menurun dalam pertambahan usia.
Berita Lainnya:
Pria Lima Kali Berpotensi Kehilangan Pendengaran Ketimbang Wanita
Sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam Anda mulai rusak dan tidak mampu mengambil getaran suara tertentu sebagaimana biasanya.
Selain itu, suara keras yang berlebihan dapat merusak sel-sel rambut di dalam telinga yang menyebabkan kehilangan pendengaran sejak usia muda tanpa menunggu tua.
Untuk mengantisipasi agar kualitas pendengaran tetap terjaga serta tetap tajam hingga masa tua, lantas apa yang harus dilakukan?
Berikut ulasannya yang dirangkum TribunStyle.com dari Brightside.me
1. Hindari Suara Keras
Hal pertama dalam menjaga kualitas pendengaran adalah sebisa mungkin menghindari suara keras.
Satu-satunya cara untuk mengukur tingkat kebisingan adalah dalam desibel (dB).
Semakin tinggi angkanya, semakin keras bunyinya.
Suara yang telah terukur lebih dari 85 dB dapat merusak telinga terutama jika kalian terpapar untuk jangka waktu yang lama.
Sebagai contoh:
Seseorang berbisik = 30 dB
2 orang memiliki percakapan = 60 dB
Lalu Lintas = 80 dB - 85 dB
Sepeda motor = 90 dB
Memutar musik keras melalui headphone = 100 dB
Pesawat terbang lepas landas = 120 dB
Bagi kalian untuk mengetahui dB suatu suara kini bisa mengunduh aplikasi dari smartphone.
2. Hati-hati Mendengarkan Musik
Memutar musik keras melalui headphone atau earphone seseorang bisa menjadi salah satu hal paling berbahaya yang dapat dilakukan seseorang untuk kesehatan pendengaran.
Ini karena ketika seseorang memakai headphone atau earphone, seseorang juga mencoba untuk mematikan suara eksternal yang membuat orang tersebut memiliki volume musik di level tertinggi.
Ingatlah bahwa menurunkan volume musik meski hanya sedikit dapat membuat perbedaan besar bagi kesehatan kalian.
Untuk membantu menghindari kerusakan pendengaran, berikut beberapa kiat untuk dipertimbangkan:
Memilih untuk membeli headphone / earphone peredam bising daripada menaikkan volume untuk mematikan suara eksternal.
Sesuaikan volume ke titik di mana pengguna dapat mendengarkan musik dengan nyaman, tetapi jangan lebih tinggi.
Hindari memutar musik lebih dari 60% dari volume maksimum.
Kemudian, jangan gunakan headphone / earphone selama lebih dari 1 jam setiap kali.
Cobalah untuk mengambil setidaknya 10 menit istirahat dari waktu ke waktu untuk membiarkan telinga untuk 'bernafas' dan agara melindungi telinga dari infeksi.
3. Lindungi Telinga dari Suara Keras dalam Suatu Event
Pernah kah kalian ikut dalam konser musik atau event yang mengeluarkan suara yang keras?
Agar tetap nyaman gunakan pelindung telinga.
Contohnya bisa mengunakan kapas atau busa.
Hal ini bisa menjaga kesehatan telinga lebih agar terus baik.
4. Berolahraga
Dengan berolahraga, dapat meningkatkan sirkulasi darah yang berjalan ke tulang telinga dan otot seseorang.
memilih berolahraga untuk mencegah gangguan pendengaran, kalian perlu melakukan gerakan otot besar seperti berjalan, bersepeda, dan berenang selama setidaknya 20-30 menit setiap kali, 5 hari seminggu.
Cobalah latihan aerobik juga.
Kegiatan ini dapat mengalihkan aliran darah dari bagian tubuh yang kurang aktif secara metabolik (yaitu organ dan jaringan telinga bagian dalam) ke bagian tubuh yang lebih aktif secara metabolik (yaitu otot rangka yang terlibat dalam olahraga).
5. Melatih Pendengaran
Otak manusia memainkan peran yang sangat penting dalam memproses informasi suara yang diterima telinga kita dan kita tidak dapat mengabaikannya.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Pennsylvania menunjukkan bahwa ada hubungan antara gangguan pendengaran dan kondisi mental seperti kecemasan dan depresi.
Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan pendengaran dapat menyebabkan atrofi materi abu-abu di daerah pendengaran otak, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.
Oleh karena itu, beberapa latihan otak seperti memecahkan teka-teki dan permainan permainan suara dapat membuat otak lebih aktif.
Contoh-contoh lain adalah:
a. Mulai mainkan permainan strategis.
Permainan strategis, teka-teki silang, dan permainan asah otak memberikan latihan mental yang hebat.
Kegiatan membangun kapasitas otak untuk membentuk dan mempertahankan asosiasi kognitif.
Cobalah bermain kartu, teka-teki, permainan papan, atau permainan kata / angka seperti Scrabble dan Sudoku.
b. Berlatihlah melakukan percakapan di tempat-tempat bising dengan mensimulasikan lingkungan tersebut di rumah.
Kalian dapat dengan mudah melakukan ini dengan menyalakan radio atau televisi ke volume normal, lalu berbincang dengan orang lain di ruangan yang sama.
Fokus pada percakapan sambil menyetel semua suara lainnya.
Ini akan membantu pikiran seseorang lebih berkonsentrasi pada apa yang penting dan melatih telinga Anda untuk menghilangkan suara yang tidak perlu.
c. Berlatih menemukan sumber suara.
Tutup mata kalian dan kemudian mintalah seseorang untuk diam-diam pindah ke berbagai bagian ruangan atau rumah dan membuat suara.
Maka Akalian harus mengidentifikasi arah suara dan hubungannya dengan jarak.
d. Berlatih mengenali berbagai jenis suara.
Pergi ke tempat yang relatif sepi, tutup mata Anda, dan cobalah untuk mengidentifikasi semua suara yang berbeda di lingkungan kalian.
Cobalah untuk memahami dan mengidentifikasi berbagai suara yang dapat didengar, baik dekat maupun jauh.
Semakin banyak kalian mempraktekkan latihan ini, semakin banyak suara yang dapat Anda kenali
6. Jaga Kebersihan dengan Cara yang Benar
Terkadang kotoran telinga dapat menghalangi saluran telinga luar.
Ini adalah penyebab umum kehilangan pendengaran konduktif.
Secara umum, kotoran telinga memiliki sifat antibakteri pelindung dan relatif sehat ketika seseorang memilikinya dalam jumlah kecil.
Sebagian besar saluran telinga membersihkan diri, namun, dalam beberapa kasus, kotoran malah menjadi tersumbat atau terkena dampak yang kemudian dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.
Salah satunya membersihkan dengan cutton bud.
Sebaiknya pertimbangkan metode yang lebih aman seperti pemberian obat tetes yang direkomendasikan untuk menjaga kebersihan. (TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)
Penulis: Burhanudin Ghafar Rahman
Sumber: TribunStyle.com
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://style.tribunnews.com/ dengan Judul:
6 Cara Meningkatkan Kualitas Pendengaran, Jaga Sejak Muda, Agar Tua Tetap Segar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kebersihan-telinga_20180625_120956.jpg)