Berita Palembang

SADIS! Usai 42 Adegan Rekonstruksi Digelar, Terungkap Begini Cara Pelaku 'Habisi' Driver Grabcar

"Nyawa harus dibayar nyawa, kami minta pelakunya dihukum mati," teriak Tia (25), istri korban M Aji Saputra, usai menyaksikan

Tayang:
Editor: pairat
SRIPOKU.COM/ZAINI
Tiga tersangka perampok Yogi Andriansyah, Bambang Kurniawan (diperankan petugas), Willi Anggara, menutup dan menduduki serta menbuang jenazah driver Grab Car Aji Saputra usai dibunuh dengan sadis di mobil Grab Car yang dikuasainya, Ini merupakan adegan reka ulang (rekonstruksi) pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap driver taksi online Grab Car, M Aji Saputra yang digelar petugas di Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--  "Nyawa harus dibayar nyawa, kami minta pelakunya dihukum mati," teriak Tia (25), istri korban M Aji Saputra, usai menyaksikan rekontruksi di Mapolda Sumsel, Rabu (20/6/2018).

Raut wajah Tia tampak emosi melihat kedua pelaku yang telah membunuh suaminya. Bahkan Tia menangis histeris untuk meminta keadilan, agar kedua pelaku dihukum mati.

Tia pun makin bersedih, lantaran digelarnya rekontruksi bertepatan dengan hari ulang tahun suaminya yang ke 25 tahun.

"Kejam sekali perbuatan pelaku itu, saya minta pelakunya dihukum mati. Hari ini (kemarin) adalah hari ulang tahun suami saya. Kami punya dua anak," ujar Tia yang terus bersedih.

Tiga tersangka perampok Yogi Andriansyah, Bambang Kurniawan (diperankan petugas), Willi Anggara, menutup dan menduduki serta menbuang jenazah driver Grab Car Aji Saputra usai dibunuh dengan sadis di mobil Grab Car yang dikuasainya, Ini merupakan adegan reka ulang (rekonstruksi) pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap driver taksi online Grab Car, M Aji Saputra yang digelar petugas di Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6/2018).
Tiga tersangka perampok Yogi Andriansyah, Bambang Kurniawan (diperankan petugas), Willi Anggara, menutup dan menduduki serta menbuang jenazah driver Grab Car Aji Saputra usai dibunuh dengan sadis di mobil Grab Car yang dikuasainya, Ini merupakan adegan reka ulang (rekonstruksi) pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap driver taksi online Grab Car, M Aji Saputra yang digelar petugas di Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6/2018). (SRIPOKU.COM/ZAINI)

Baca:

Penerimaan Siswa Baru SMA Negeri Sederajat Secara Online di Palembang Mulai 25 Juni 2018

Gara-gara Teman Jahil, Wanita ini Alami Hal Mengerikan saat Jerawatnya Pecah, Hampir Meninggal

Pihak keluarga korban M Aji juga tampak emosi dengan kedua pelaku usai rekontruksi. Halimah (57), bibi korban bahkan sempat mendekati kedua pelaku dan hendak memukul. Namun dengan cepat dihadang petugas, agar rekontruksi tetap berjalan tertib.

"Keponakan saya dimatikan secara sadis oleh mereka, hukum mati saja pak," ujar Halimah.

Rasa emosi juga ditunjukan Febri (29), kakak korban. Bahkan Febri sempat ingin sekali memukul kedua pelaku.

"Baru empat bulan ini adik saya itu Grab Car, selama ini Grab Bike. Mobil yang dipakai adik saya itu milik orangtua dan adik saya itu jadi sopir taksol untuk menghidupkan istri dan dua anaknya," ujar Febri.

Pada rekontruksi sebanyak 42 adegan, terungkap bahwa kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap korban Aji memang sudah direncanakan ketiga pelaku.

Untuk peran pelaku Bambang yang ditembak mati petugas pada penangkapan, digantikan petugas. Sedangkan kedua pelaku yakni Willi (17) dan Yogi (20), memainkan perannya pada setiap adegan rekontruksi.

Pada adegan pertama, terungkap bahwa sehari sebelumnya ketiga pelaku bertemu di BKB Palembang untuk membuat rencana aksi begal. Ketiga pelaku telah mempersiapkan tali dan obeng untuk dipakai saat beraksi.

Rekontruksi dipimpin Panit 4 Iptu Taufik Ismail dan juga disaksikan Kasubdit III Jatanras AKB Yoga Baskara. Pada adegan selanjutnya, Dari depan Monpera ketiga pelaku berjalan kaki ke Terminal Alang-alang KM 12 untuk mencari target.

Kemudian ketiganya berbalik arah menuju ke arah Sukarami tepatnya di JM Sukarami. Sampai di JM Sukarami ketemulah saksi Padel Perdana yang sedang menjaga parkir. Lalu Willi minta tolong dipesankan Grab Car.

Padel tidak punya aplikasi Grab Car. Lalu Padel menyuruh temannya Gusti dan Gusti pun mengeluarkan handphone.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved