Mobil Boleh Murah, tapi Perawatan Harus Optimal

Urusan mempunyai mobil tak hanya sekadar menyalakan mesin dan mengemudikannya. Banyak komponen lain yang harus diperhatikan,

Editor: Bedjo
www.autoparkniagara.ca
Tune-up Mobil. 

Perawatan yang bisa dilakukan salah satunya dengan menguras air radiator secara rutin. Pengurasan air radiator ini sendiri dapat dilakukan ketika mobil telah menempuh jarak sekitar 15.000 kilometer.

Selanjutnya, perhatikan pula tutup radiator. Tutup radiator berfungsi untuk menjaga volume air sesuai dengan suhu mesin. Jadi pastikan tutup radiator dalam kondisi baik, karetnya tidak getas, dan dinilai cukup mampu menahan tekanan air.

3. Kontrol timing belt

Timing belt merupakan sabuk yang berfungsi untuk meneruskan putaran roda-roda gigi yang terhubung ke bagian internal mesin. Tanda-tanda yang muncul bila komponen ini rusak antara lain suara mesin akan terdengar lebih kasar dan lebih parahnya mesin akan mati.

Pada dasarnya, masa pergantian timing belt adalah setiap 20.000 kilometer sekali. Namun, untuk langkah preventif ada baiknya melakukan kontrol secara berkala.

Untuk pengecekannya, perhatikan kualitas dari timing belt tersebut. Apabila terlihat kering tapi kondisi masih bagus, Anda bisa mengoleskan pelumas khusus timing belt. Namun bila terlihat ada retakan, segera ganti timing belt secepat mungkin untuk menghindari putusnya sabuk.

4. Cermati pelumas atau oli mesin

Perihal pelumas atau oli mesin pada mobil memang tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini karena oli pada mobil punya fungsi yang sangat penting bagi kerja mesin.

Beberapa fungsinya antara lain melapisi dua permukaan logam yang saling bergesekan, mendinginkan mesin akibat panas dari pembakaran, serta memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC. (SHUTTERSTOCK)

Oleh karena itu, oli mesin haruslah selalu dalam kondisi terbaik. Untuk menjaga kualitasnya, Anda patut memperhatikan masa pergantian oli mesin.

Melansir Kompas.com, Minggu (25/2/2018), terdapat dua acuan tentang pergantian oli mesin, yakni berdasarkan jarak tempuh (setiap 10.000 kilometer sekali) ataupun setiap enam bulan sekali.

Selanjutnya, hal yang harus diperhatikan pemilik mobil adalah jenis oli yang digunakan. Sepatutnya, gunakan oli sesuai dengan spesifikasi mesin pada mobil Anda.

Sebagai contoh, bila Anda menggunakan mobil jenis LCGC sebaiknya gunakan oli dengan kadar viskositas yang kecil atau encer. Hal ini dikarenakan mobil LCGC memiliki ruang bakar dengan piston kecil atau rapat.

Selain itu, gunakan pula oli mesin yang berstandar fuel efficiency technology. Hal tersebut cukup penting karena mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan pengurangan emisi.

Teknologi tersebut salah satunya terkandung pada Shell Helix Eco, yakni pelumas yang diperuntukkan khusus untuk mesin dengan kapasitas maksimum 1.200cc yang dimiliki mobil LCGC.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Tags
LCGC
Mobil
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved