Berita OKU
Lestarikan Budaya Bernuansa Islam, Polres OKU Gelar Lomba Marawis dan Rebana
Polres OKU menggelar lomba Marawis dan Rebana dalam rangka menyemarakkan bulan Suci Ramadhan 1439 dan HUT Bhayangkara ke-72.
Penulis: Leni Juwita | Editor: pairat
Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita
SRIPOKU.COM, BATURAJA-- Polres OKU menggelar lomba Marawis dan Rebana dalam rangka menyemarakkan bulan Suci Ramadan 1439 dan HUT Bhayangkara ke-72.
Lomba yang dipusatkan di halaman Gedung DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Selasa (29/5/2018) ini dihadiri oleh Bupati OKU diwakili Assisten I Setda Miradili SSTP MSi.
Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari saat membuka kegiatan lomba mengatakan, tujuan lomba marawis dan rebana ini untuk melestarikan budaya bernuansa Islam di Kabupaten OKU.
Menjalin silaturahmi sehingga terbangun hubungan sinergitas antara Polri dan masayarakat. Dikatakan Kapolres, Kesenian Marawis kini sudah mulai menghilang sehingga perlu kembali dihidupkan.
Peserta lomba kata kapolres, agar bertanding tanpa beban tidak perlu memikirkan menang dan kalah,” Yang penting tunjukan kemampuan semaksimal mungkin, jangan takut kalah, karena kekalahan itu hanyalah sukses yang tertunda” Imbuh Kapolres.
Ketua Panitia Lomba Marawis, AKP Mardi Nursal dalam laporannya menyampaikan, peserta lomba mawaris dan rebana ini diikuti sekitar 17 grup utusan dari kecamatan dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dewan juri yang menilai terdiri dari dua orang atas nama Nunung dan Ikhsan.
Tim juri akan menilai penampilan peserta lomba untuk menentukan juara satu sampai harapan 2. Peserta terbaik akan diikutkan lomba marawis di tingkat Provinsi.
Baca:
Asyik Nongkrong di Kafe, Motor Beat Ferdiansyah Lenyap Digondol Maling
14 Tahun Dipoligami, Istri Kedua Kiwil Ungkap Ketidakadilan Kiwil Tak Percaya Poligami Harmonis
Pemenang lomba akan mendapatkan piagam dan tropi serta haidah lainnya dari panitia. Dikatakan Ketua Panitia lomba ini diharapkan dapat memasyarakatan kesenian marawis di kalangan anak muda sehingga timbul kecintaan untuk melestarikan budaya yang kental dengan unsur Islami ini.
Sedangkan dewan juri menjelaskan kreteria penilaian meliputi vokal dan penampilan kostum, penguasaan panggung/koreografi, instrumen/pukulan .
Sementara itu , Kesenian Marawis di Kabupaten OKU memang belum begitu familiar, namun beberapa tahun belakangan khususnya di kecamatan-kecamatan kesenian jenis "band tepuk" ini mulai ditekuni.
Kesenian Marawis merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental.
Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan terdengar sangat menyejukan di telinga apalagi di bulan Suci Ramadhan seperti ini.
Terlihat peserta yang sebagian ibu-ibu sangat mahir memainkan alat musik hajir (gendang besar) dan gendang kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lomba-marawis-dan-rebana-di-polres-oku-selasa-2952018_20180529_175533.jpg)