Kisah Koku, Wanita 128 Tahun yang Merasa Hidupnya Tak Pernah Bahagia, Ingin Meninggal Saat Muda

Awalnya pemerintah Rusia mengklaim jika wanita bernama Koku Istambulova ini adalah orang paling tua di dunia.

Kolase Sripoku.com/Seda Magomadova/Luiza Tsagueva/east2west news
Koku Istambulova, wanita berusia 128 tahun asal Rusia. 

Ketika ditanya bagaimana dirinya bisa hidup dalam waktu yang lama, Koku yang berasal dari Desa Chechnya menjawab : "Semua itu kuasa Tuhan. Aku tak melakukan apa-apa."

"Aku sering lihat orang-orang berolahraga, makan sesuatu yang spesial, menjaga kesehatan tubuhnya agar bisa hidup lama, tapi aku sendiri tidak tahu bagaimana aku bisa hidup lama sampai sekarang."

"Setiap hari, aku tidak pernah merasakan bahagia di dalam hidupku."

"Aku selalu bekerja keras, menggarap sawahku. Aku sudah lelah."

"Bagiku, hidup lama tidak sepenuhnya karunia dari Tuhan, tapi sebuah hukuman."

Beberapa orang kerabat dari Koku mengatakan kalau Koku kehilangan satu-satunya putrinya yang masih hidup sekitar 5 tahun yang lalu.

Kala itu, sang putri yang bernama Tamara meninggal dunia ketika usianya 104 tahun.

Koku sebenarnya masih lancar berbicara, bisa makan sendiri dan masih mampu berjalan, namun sayang penglihatannya sudah sangat memburuk.

Koku tak mengetahui bagaimana dirinya bisa hidup dengan waktu yang sangat lama.
Koku tak mengetahui bagaimana dirinya bisa hidup dengan waktu yang sangat lama. (Luiza Tsagueva/east2west news)

===

Koku mengatakan : "Aku berhasil selamat dari Perang Sipil Rusia (Terjadi setelah revolusi Bolshevik), Perang Dunia II, deportasi bangsa kami pada 1944, dan aku juga berhasil selamat dari dua perang yang pernah terjadi di Chechen.

"Kini aku yakin hidupku memang bukanlah hidup yang bahagia. Aku masih ingat betul saat tank milik Jerman melewati rumah kami. Sungguh mengerikan."

"Tapi aku mencoba untuk bersembunyi dalam rumah. Tinggal di Kazakhstan adalah hal yang berat buat kami."

"Saat di pengasingan kami pernah tinggal di Siberia, tapi di Kazakhstan kami merasakan betul bagaimana orang-orangnya begitu membenci kami."

"Setiap hari, aku kadang berharap bisa pulang ke rumah."

Kebun milik Koku di rumahnya yang berlokasi di Chechnya, Rusia.
Kebun milik Koku di rumahnya yang berlokasi di Chechnya, Rusia. (Seda Magomadova/east2west news)

===

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved