Berita Prabumulih

Sopir Travel dan Bus di Kota Prabumulih Tuntut Jumlah Bus PO Damri Dikurangi

"Kami KTKPB merasa terganggu dan keberatan dengan kehadiran serta adanya izin transportasi PO Damri," ungkap Achyar M

Sopir Travel dan Bus di Kota Prabumulih Tuntut Jumlah Bus PO Damri Dikurangi
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON BASTARI
Puluhan sopir travel dan bus di kota Prabumulih yang tergabung dalam Komunitas Travel Kota Prabumulih Bersatu (KTKPB) melakukan aksi damai di halaman Pemerintah kota Prabumulih, Senin (15/5/2018). 

"Apabila tuntutan dan permintaan kami komunitas travel kota Prabumulih bersatu tidak dipenuhi maka kami akan menghentikan pengoperasian kendaraan PO.Damri di wilayah kota Prabumulih," tegas rombongan sopir travel dan bus tersebut berteriak.

Selanjutnya para pendemo yang membawa spanduk dan karton berisi tulisan tuntutan itu kemudian diterima oleh Penjabat (Pj) walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi.

Baca: Awal Puasa Ramadan 2018 Insya Allah Kamis 17 Mei, Ini Pengumuman Lengkap Kementerian Agama RI

Richard yang menanggapi pendemo secara langsung mengabulkan tuntutan para sopir travel dan bus, dimana akan berkoordinasi dengan Dishub dan instansi lain untuk mengurangi bus Damri menjadi 4 unit dari jumlah sebelumnya.

"Nanti akan kita koordinasikan, bus dari Prabumulih-Palembang akan beroperasi dua unit dan sebaliknya dua unit. Tapi saya minta para sopir travel dan bus agar tertib serta tidak ada yang membuat macet pasar Prabumulih apalagi sebentar lagi Ramadan," ungkapnya.

Baca: Baca Peramalan Ini di Malam Pertama Bulan Ramadan. Insya Allah Ibadah Puasa Lancar Hingga Akhir

Richard juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dishub dan satlantas maupun Satpol PP agar menjaga atau membatasi penumpang yang naik sehingga tidak berdesak-desakan.

"Batasi penumpang yang naik, jangan sampai sempit-sempitan, masa pedagang sayur saja mau naik damri, kita himbau dishub dan lainnya agar membatasi," katanya seraya meminta semua pihak agar mengatasi kemacetan di jalan depan pasar Prabumulih khususnya ketika ramadan.

Seperti diketahui, Pemerintah kota Prabumulih sejak 2014 mengoperasikan bus damri untuk mengangkut warga Prabumulih yang hendak ke Palembang maupun sebaliknya.

Baca: Khutbah Rasulullah Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadan

Selain dilengkapi Air conditioner (AC) dan televisi di dalam bus, biaya atau tarif Palembang-Prabumulih murah yakni awalnya hanya Rp 15 ribu.

Kemudian pada 2017 tarif Damri menjadi naik Rp 5000 menjadi Rp 20 ribu jurusan Prabumulih-Palembang atau sebaliknya.  (Edison Bastari)

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved