Kisah Khalid bin Walid Menikahi Ummul Hakim, Usai Pernikahan Terjadi Perang Hingga Khalid pun. . .

Ketika kaum muslimin sampai di Maraj ash-Shufar, Khalid menginginkan agar pernikahannya dilangsungkan di sana.

Tayang:
Editor: ewis herwis

Pernikahan berlangsung dan semua pasukan makan dengan gembira.

Tatkala mereka hampir selesai melaksanakan pesta itu, tentara Romawi mempersiapkan tentaranya dan mengajak kaum muslimin untuk keluar berperang.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Beberapa orang dari tentara Romawi mengajak untuk adu tanding. Abu Jandal bin Suhail bin Amr, maju menjawab tantangannya. Namun, Abu Ubaidah melarang Abu Jandal.

Kemudian Khubaib bin Salamah maju dan dia berhasil membunuh lawan tandingnya.

Tiba giliran Khalid bin Sa’id melawan pasukan musuh.

Kedua tentara saling mengayunkan pedangnya, dan akhirnya Khalid syahid.

Wafatlah prajurit berkuda yang tangguh itu. Ruhnya kembali ke sisi Sang Pencipta-Nya, dengan nikmat yang berlimpah selamanya.

Allah SWT berfirman,

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Ali Imran [3]: 169-170). [Syahida.com/ANW]

Sumber: The Great Knight, Kesatria Pilihan di Sekitar Rasulullah, Karya: DR. Abdurrahman ‘Umairah, Penerjemah: Badruddin & Muhyiddin, Lc, Penerbit: Embun Publishing.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved