Heboh SPG Tabrak Driver Online, Ternyata Ini 7 Sisi Lain SPG yang Dicap Nakal hingga Bayarannya
Tapi sayangnya, ada banyak sisi lain dari seorang SPG yang sering kali membuat kaum pria berdesir ketika berdekatan dengannya.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della
Brand kelas ekslusif nggak akan mau merknya diwakili oleh SPG berkonotasi negatif karena akan menjatuhkan merknya sendiri.
Justru, SPG yang berpakaian lebih terbuka biasanya ditempatkan pada brand dengan segmen menengah kebawah. Kenapa? Karena segmen sasaran brand tersebut adalah pria lajang yang belum menikah dan belum mapan.
Contoh lainnya juga dapat ditemukan pada brand rokok.
Rokok yang belum banyak dikenal masyarakat dan berharga murah biasanya menggunakan SPG berpakaian seksi supaya lebih mudah menarik perhatian calon konsumen.
Beda halnya dengan brand rokok terkenal apalagi yang mahal, konsumennya sudah banyak sehingga gak perlu rekrut SPG dengan pakaian terlalu seksi.
3. Ditipu Agency Sejak Pertama Bekerja

Tahukah, ternyata sejak awal bekerja seorang SPG sudah ditipu.
Seperti diketahui, nyaris setiap pekerjaan sales tentunya memiliki target penjualan yang harus dicapai.
Namun di hari pertama, biasanya si SPG tidak dikasih tahu jika ada target. Hal ini biasanya terjadi pada SPG rokok, kenapa?
Pertama, agency ingin melihat kelakuan si SPG yang sebenarnya.
Apakah akan bekerja profesional meski tidak ada target, lalu si SPG jadi pasif dan males-malesan kerjanya? Atau dia tetep berusaha menjual sebanyak-banyaknya?
Dikhawatirkan, kalo si SPG tau berapa target yang ditetapkan perusahaan, mereka akan melakukan cara curang yaitu “membuang rokok”.
Simpelnya, seakan-akan rokok yang dia jual ludes semua padahal mah dia sendiri yang beli, atau bisa jadi dia jual dengan harga lebih murah ke distributor.
Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Makanya supaya SPG di hari pertamanya tidak terdorong untuk curang, target penjualan biasanya tidak dikasih tahu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/spg_20170723_142225.jpg)