Heboh SPG Tabrak Driver Online, Ternyata Ini 7 Sisi Lain SPG yang Dicap Nakal hingga Bayarannya
Tapi sayangnya, ada banyak sisi lain dari seorang SPG yang sering kali membuat kaum pria berdesir ketika berdekatan dengannya.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della
SPG dibayar berdasarkan “grade”.
Ada grade C, B, sampai yang tertinggi adalah A.
Penilaian apakah si SPG berhak mendapat nilai A, B, atau C sangat bergantung pada penampilan fisik dan selera perekrut.
Setiap grade memiliki fee yang berbeda-beda.
Misalkan di industri rokok, SPG grade B digaji Rp 350.000 per-shift (6 s.d 9 jam).
Apalagi SPG grade A, bisa digaji Rp 500.000 per-shift!
Sekarang coba aja misalnya Rp 500.000 dikali 20 hari kerja dalam sebulan, maka total penghasilan SPG grade A adalah Rp 10.000.000.
Ini masih fee dari hari kerja, belum lagi ibaratkan kalo si SPG ambil kerja di Sabtu dan Minggu (biasanya di event-event) maka penghasilannya Rp 15.000.000,-
2. Semakin Sopan Pakaian, Produk Semakin Mahal

Ternyata, semakin tertutup pakaian SPG, brand yang diwakilinya semakin mahal. Sedangkan SPG berpakaian terbuka justru cenderung mewakili brand menengah kebawah.
Hal itu bisa dilihat ketika ada pameran mobil.
Mobil mahal kelas atas biasanya menampilkan SPG dengan pakaian yang sopan dan elegan menurut kultur Indonesia. Kenapa? Karena segmen pembeli mobil mahal adalah pria berusia 40 tahun yang biasanya sudah sangat mapan dan memiliki istri.
Bayangkan apa yang terjadi kalo SPG/Usher yang mejeng di mobil mewah tersebut berpakaian terlalu seksi, pasti bininya langsung minta si suami beli mobil ke tempat laim.
Selain itu, brand menengah keatas tentu tidak mau produknya “diwakili” oleh perempuan berpakaian terlalu seksi karena suka gak suka, di Indonesia cewek berpakaian terbuka masih dianggap negatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/spg_20170723_142225.jpg)